deadlinenews.co/, PENAJAM – Pemerintah terus mengebut proses pemindahan ibu kota negara. Pada tahap awal, sebanyak 3.500 aparatur sipil negara (ASN) direncanakan akan direlokasi ke Ibu Kota Nusantara (IKN). Langkah ini merupakan bagian dari upaya konkret menghadirkan pemerintahan pusat yang terintegrasi di wilayah baru tersebut.
Rencana besar ini merupakan hasil koordinasi antara Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) bersama Otorita IKN (OIKN). Dalam skema gelombang pertama, ada 16 kementerian dan lembaga yang telah ditetapkan untuk mulai berkantor di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.
“Jumlah ASN yang disiapkan untuk tahap awal ini berkisar 3.500 orang. Itu ditetapkan berdasarkan analisis kebutuhan, ketersediaan hunian, dan kesiapan infrastruktur dasar,” ujar Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, Minggu (3/8/2025), dikutip dari RRI.
Menurut Basuki, relokasi akan memprioritaskan unit-unit strategis yang menjalankan fungsi inti pemerintahan dan pelayanan publik. Proses pemindahan akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan dengan progres pembangunan gedung kementerian serta sarana hunian yang sedang disiapkan.
Basuki juga menegaskan bahwa pembangunan IKN akan terus dilanjutkan bahkan dipercepat. Hal ini sesuai arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang menyebut IKN sebagai proyek prioritas nasional.
“Dari Istana sudah menyampaikan bahwa tidak akan ada moratorium, dan pembangunan IKN justru dipercepat. IKN adalah proyek prioritas nasional yang secara hukum memiliki undang-undang serta anggaran yang sudah disiapkan,” tegas Basuki.
Sementara itu, Kementerian PAN-RB sedang menyiapkan berbagai insentif untuk ASN yang akan pindah, mulai dari fasilitas hunian, transportasi, hingga layanan publik dasar. Tujuannya adalah mempermudah proses adaptasi dan memastikan produktivitas tetap terjaga saat ASN mulai berkantor di lokasi baru.
Relokasi ASN ini diharapkan menjadi titik awal pembentukan ekosistem kota modern berbasis smart city di IKN. Kehadiran ASN dinilai akan menjadi katalis bagi kehidupan perkotaan yang efisien, berkelanjutan, dan berorientasi teknologi.
Artikel Asli baca di rri.co.id
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya
