658 wisawatan mancanegara kunjungi Taman Nasional Kutai selama 2025

deadlinenews.co/, SANGATTA – Jumlah wisatawan mancanegara Taman Nasional Kutai, kunjungan wisata alam, orang utan Kalimantan, pariwisata Kalimantan Timur, dan pendapatan TNK mengalami lonjakan signifikan sepanjang 2025. Data terbaru menunjukkan wisatawan mancanegara Taman Nasional Kutai mencapai 658 orang, menandai tren positif sektor ekowisata di Kalimantan Timur.

Peningkatan ini mencerminkan perubahan minat wisata global ke arah wisata alam dan konservasi. Dilansir dari Antara Kaltim, lonjakan wisatawan mancanegara Taman Nasional Kutai terjadi seiring meningkatnya kesadaran turis asing terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan kawasan hutan lindung.

Kasubbag Tata Usaha Balai Taman Nasional Kutai (BTNK), Kristina Nainggolan, menjelaskan bahwa tren kunjungan terus mengalami pertumbuhan dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023, tercatat 475 wisatawan asing yang datang. Angka tersebut naik menjadi 482 orang pada 2024, sebelum melonjak tajam menjadi 658 kunjungan pada 2025. Kenaikan ini memperkuat posisi wisatawan mancanegara Taman Nasional Kutai sebagai indikator meningkatnya daya tarik kawasan konservasi.

Menurut Kristina, perubahan tren wisata dunia menjadi faktor utama. Wisatawan kini lebih menyukai destinasi terbuka yang menawarkan pengalaman langsung dengan alam. Hal ini membuat wisatawan mancanegara Taman Nasional Kutai semakin tertarik menjelajahi kawasan hutan tropis dan mempelajari keanekaragaman hayati Kalimantan.

Daya tarik terbesar yang mendorong wisatawan mancanegara Taman Nasional Kutai adalah keberadaan orang utan sebagai satwa endemik Kalimantan. Habitat alami orang utan di kawasan ini menjadi magnet utama bagi turis asing yang ingin menyaksikan langsung kehidupan satwa liar di alam bebas.

“Wisatawan sekarang lebih suka wisata alam, terutama kawasan hutan lindung. Turis asing semakin sadar betapa pentingnya menjaga alam,” kata Kristina Nainggolan.

Ia juga menambahkan bahwa sebagian besar pengunjung datang dengan tujuan utama melihat orang utan secara langsung di habitat aslinya. “Sebagian besar turis asing datang karena ingin melihat orang utan langsung di alam liar,” ujarnya.

Sekitar 90 persen wisatawan mancanegara Taman Nasional Kutai memilih kawasan Prevab sebagai destinasi utama. Area ini dikenal sebagai rumah alami orang utan yang dapat dikunjungi melalui paket wisata terbatas dengan pendampingan petugas taman nasional.

Untuk menjaga kelestarian hutan dan satwa, pengelola Balai TNK menerapkan regulasi ketat. Jumlah pengunjung dibatasi dan aktivitas wisata diatur dengan ketentuan waktu serta jalur tertentu. Kebijakan ini bertujuan memastikan aktivitas wisatawan mancanegara Taman Nasional Kutai tidak mengganggu keseimbangan ekosistem.

“Kami selalu mengutamakan perlindungan alam. Aktivitas wisata kami atur agar tidak mengganggu satwa dan tempat tinggalnya,” ujar Kristina.

Selain berdampak pada konservasi dan edukasi lingkungan, kunjungan wisatawan mancanegara Taman Nasional Kutai juga memberikan kontribusi ekonomi bagi negara. Sepanjang 2025, pendapatan negara bukan pajak (PNBP) dari kawasan TNK tercatat mencapai Rp609 juta. Sumber pendapatan terbesar berasal dari tiket wisata alam serta kegiatan penelitian.

Kristina menegaskan, peran Taman Nasional Kutai kini semakin strategis. Kawasan ini tidak hanya menjadi destinasi favorit wisatawan mancanegara Taman Nasional Kutai, tetapi juga berkembang sebagai pusat pembelajaran lingkungan berskala internasional.

“Taman Nasional Kutai kini bukan sekadar tempat wisata, tetapi juga menjadi pusat pendidikan lingkungan kelas dunia,” kata Kristina.

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp deadlinenews.co/

Gabung