deadlinenews.co/, UJOH BILANG – Sebuah insiden kecelakaan air kembali mengguncang kawasan pedalaman Kalimantan Timur. Speedboat Nur Berkah yang mengangkut rombongan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dilaporkan karam di kawasan Riam Panjang, Sungai Mahakam, Kabupaten Mahakam Ulu, saat sedang menuju Ujoh Bilang untuk mengikuti agenda persiapan peringatan Hari Kemerdekaan.
Kejadian terjadi saat armada melintasi jalur sungai yang terkenal berarus deras dan penuh batuan tajam. Mesin speedboat tiba-tiba mati, menyebabkan pengemudi kehilangan kendali hingga kapal menghantam batu besar di tengah riam.
“Beruntung, seluruh penumpang yang sebagian besar terdiri dari rombongan Paskibraka, warga setempat dan awak kapal berhasil dievakuasi dengan selamat. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Mahakam Ulu, Agus Darmawan, dikutip dari RRI, Kamis (31/7/2025).
Benturan keras menyebabkan lambung kapal jebol dan sebagian kapal tenggelam. Dalam proses evakuasi, beberapa peralatan dan perlengkapan milik rombongan ditemukan rusak parah dan sebagian hanyut terbawa derasnya arus sungai.
“Meski tidak ada korban dalam kecelakaan tersebut, namun beberapa barang penumpang banyak yang rusak akibat terendam air. Sebagian di antaranya hanyut terbawa arus Sungai yang deras,” jelas Agus.
Insiden ini kembali menyoroti kondisi rentan jalur transportasi sungai di Mahakam Ulu. Jalur ini menjadi satu-satunya akses vital bagi warga di daerah pedalaman, namun kerap menghadirkan tantangan ekstrem karena kondisi alam yang tidak menentu. Riam Panjang sendiri dikenal sebagai salah satu titik paling rawan di Sungai Mahakam, yang telah beberapa kali menelan korban jiwa dan armada.
Meski penyebab utama adalah faktor teknis dan alam, kecelakaan ini memunculkan kembali dorongan agar pemerintah daerah mempercepat pembangunan akses jalan darat yang aman dan layak. Warga berharap adanya alternatif mobilitas selain transportasi air yang rawan risiko, terutama bagi pengangkutan kelompok rentan seperti pelajar, petugas negara, dan kegiatan upacara kenegaraan.
Pentingnya peremajaan armada, pelatihan keselamatan awak kapal, serta sistem peringatan dini di jalur berbahaya juga menjadi sorotan usai kejadian ini.
Artikel Asli baca di rri.co.id
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya

