Tablet dan Tabung Gas Mahasiswa KKN Unmul Dicuri di Kampung Adat Kubar, Polisi Selidiki

mahasiswa KKN Unmul, pencurian di Kutai Barat, tablet Samsung hilang, kampung adat Pepas Eheng, polisi selidiki pencurian
Posko Mahasiswa KKN UNMUL di Kutai Barat, di Gondol Maling. (dok.ist)

deadlinenews.co/, SENDAWAR – Kasus pencurian, yang menimpa mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul) peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kampung Pepas Eheng, Kutai Barat, menyisakan keprihatinan. Kejadian tersebut menimbulkan kekhawatiran atas keamanan di kawasan yang dikenal sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Kalimantan Timur.

Dilansir dari RRI.co.id, peristiwa ini terjadi saat para mahasiswa meninggalkan posko mereka di RT 1 Kampung Pepas Eheng, Kecamatan Barong Tongkok, untuk menghadiri undangan acara pernikahan adat pada Jumat (1/8/2025). Ketika kembali, mereka mendapati dua barang milik tim raib: satu unit tablet Samsung A7 Lite dan satu tabung gas elpiji.

Ketua Tim KKN Unmul, Gavin Hensan, menyampaikan bahwa tim cukup terkejut atas insiden tersebut. Meskipun begitu, program kerja mereka tetap berjalan sebagaimana rencana.

“Teman-teman cukup syok karena tidak menyangka kejadian seperti ini bisa terjadi. Tapi meskipun begitu, seluruh program kerja KKN tetap kami lanjutkan,” ujar Gavin dalam pesan singkat, Senin (4/8/2025).

Setelah kejadian, laporan telah disampaikan kepada sejumlah pihak, mulai dari Ketua RT setempat, petugas hansip, hingga dua personel kepolisian dari Polsek Barong Tongkok yang bertugas di wilayah Rejo Basuki. Tak hanya itu, laporan resmi juga telah diajukan ke Polres Kutai Barat.

Gavin berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap pelaku pencurian tersebut. Menurutnya, insiden ini bisa berdampak negatif terhadap citra Kampung Pepas Eheng, yang selama ini dikenal sebagai ikon budaya Dayak dengan keunikan Rumah Lamin dan hasil kerajinan tangan rotan.

“Kampung Pepas Eheng dikenal sebagai destinasi wisata budaya dengan keberadaan Rumah Lamin dan kerajinan tangan rotan. Kejadian seperti ini tentu tidak seharusnya terjadi, apalagi mencoreng citra kampung adat,” ujarnya menegaskan.

Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pelaku di balik pencurian tersebut. Warga sekitar pun turut diminta untuk waspada dan membantu memberikan informasi yang relevan.

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya