deadlinenews.co/, SANGATTA – PT Astra Agro Lestari Tbk (AAL), melalui anak usahanya PT Subur Abadi Plantations (SAP), mengambil peran aktif dalam melestarikan budaya masyarakat adat di wilayah operasinya. Perusahaan menjadi mitra sanggar tari di Desa Long Melah, Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur, sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial yang berkelanjutan.
Dilansir dari Antara Kaltim, dukungan ini telah diberikan sejak PT SAP mulai beroperasi di Kecamatan Telen. Administratur PT SAP, Muhammad Abdus Syukur, menegaskan komitmen perusahaan terhadap budaya lokal.
“Program ini kami lakukan sejak perusahaan kami berada di wilayah ini (Kecamatan Telen). Jadi, komitmen kami untuk membantu warga lokal melestarikan budaya nenek moyangnya,” ucapnya dalam rilis pers yang diterima di Sangatta, Sabtu.
Ia menjelaskan, warisan budaya harus dijaga di tengah arus modernisasi agar masyarakat adat tetap berpegang pada akar tradisi. Menurutnya, pelestarian budaya sudah menjadi nilai inti perusahaan sejak awal berdiri.
“Keberadaan kami harus memberikan makna bagi masyarakat termasuk dalam menjaga identitas budaya yang telah lama mengakar,” ujarnya.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kemitraan jangka panjang dengan komunitas lokal. Dukungan terhadap sanggar tari dilakukan secara kolaboratif, bukan sekadar bantuan satu arah, demi menciptakan hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekitar area operasi.
Salah satu tokoh budaya di Desa Long Melah, Wasti Pai, menjadi motor penggerak pelestarian seni tari Dayak Kayan. Melalui Sanggar Tari Lingga Jalung yang ia dirikan sejak tahun 2000, Wasti membina anak-anak usia 8–15 tahun mempelajari tarian tradisional Dayak, tarian kreasi, hingga tarian lain.
“Ketika PT Subur Abadi Plantations hadir di Long Melah, kami kemudian masuk dalam program binaan perusahaan,” jelas Wasti.
Ia mengungkapkan, perusahaan tidak hanya memberikan bantuan operasional dan perlengkapan tari, tetapi juga menghormati nilai budaya itu sendiri.
“Ini bukan sekadar bantuan, melainkan bentuk pengakuan dan penguatan terhadap jati diri komunitas adat,” tegasnya.
Menurut Wasti, sinergi antara masyarakat adat dan PT SAP menjadikan Sanggar Tari Lingga Jalung bukan hanya pusat pelatihan seni gerak, tetapi juga ruang tumbuhnya semangat dan kebanggaan akan warisan budaya lokal.
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya

