deadlinenews.co/, SAMARINDA – Tim Reaksi Cepat (TRC) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kaltim meminta kepada aparat penegak hukum di Kukar untuk terus mendalami dugaan kasus pelecehan lain yang terjadi di Ponpes yang berlokasi di Tenggarong Seberang.
Di Ponpes tersebut, didiuga bukan hanya terjadi dugaan pencabulan tujuh santri oleh guru pria. Namun, ada santriwati yang diduga jadi korban pencabulan.
“Kami dapat laporan terbaru, santriwati alumni tahun 2007 buka suara menjadi korban pencabulan juga oleh guru yang berbeda, bukan pelaku pencabulan tujuh santri,” ucap Biro Hukum TRC PPA Kaltim, Sudirman, usai RDP bersama DPRD Kukar, Selasa 19 Agustus 2025.
Dirinya merasa prihatin dengan kasus pelecehan di salah satu Ponpes. Sudirman mengaku mengawal sejak kasus pertama tahun 2021 lalu. Bahkan, sudah melaporkan ke pimpinan Ponpes tersebut, tapi tidak digubris.
“Pimpinan Ponpes tersebut malah menyombongkan diri. Buat apa saya klarifikasi kasus, saya ini salah satu ulama terkenal di Asia,” sebut Sudirman, menirukan ucapan sang pimpinan Ponpes.
Sejak 2021 mendampingi kasus tersebut, Dia masih yakin ponpes adalah lembaga yang membentuk karakter santri memperdalam ilmu keagamaan. “Cuma ini ada praktek penyimpangan, harus ditindak tegas oknum guru tersebut, jangan dibiarkan berlarut-larut sehingga parah sampai saat ini,” ucapnya.
Kanit PPA Polres Kukar, IPDA Irma Ekawati memastikan polisi akan melakukan visum lanjutan kepada tujuh korban pelecehan seksual. “Praktek yang dilakukan tersangka MA, sangat di luar nalar. Membuat korban alami trauma sedang dan berat. Untung ada satu korban yang belum terlalu parah karena berusaha terus melawan saat dilecehkan,” ujarnya.
Tersangka terancam pasal berlapis, dengan hukuman penjara yang lebih lama. “Kita semua harus mengawal kasus ini, sampai di pengadilan. Agar pelaku MA diberikan hukuman yang seberat-beratnya karena telah merusak masa depan anak secara fisik dan kejiwaan,” tegasnya.
Ketua Forum Komunikasi Ponpes se-Kukar Muhammad Subrun menyebut, Ponpes tempat kejadian pencabulan dan pelecehan seksual tersebut tidak terdata sebagai anggota Forum Ponpes. “Silahkan beri efek jera ke Ponpes tersebut, agar jadi pembelajaran bagi Ponpes yang lain,” harapnya.(Andri)
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya








