Polisi Pukul Mundur Massa Aliansi Mahakam Setelah Pukul 18.00

deadlinenews.co/, SAMARINDA – Ribuan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahakam menggelar aksi di depan kantor DPRD Kaltim, Pada Senin 1 Agustus 2025. Massa memadati kantor DPRD Kaltim sejak 13.30WITA  dengan membawa atribut bendera dan satu mobil komando massa aksi.

Aksi ini diwarnai orasi dari setiap ketua-ketua elemen yang tergabung dalam Aliansi Mahakam. Humas Aliansi Mahakam, Safrudin mengatakan bahwa kehadiran mereka di gedung DPRD Kaltim guna menjawab keresahan masyarakat. Misalnya, terkait kenaikan PBB yang hari ini pemerintah daerah tidak bisa menjawab soal dasar regulasi kebijakan menaikkan besaran pajak.

Massa yang datang terdiri dari masyarakat, mahasiswa dan buruh tani. Kata dia, massa tak hanya datang dari Samarinda. Ada dari Kukar, Balikpapan dan juga Kota Botang. “Kita meminta sebelas tuntutan yang kita buat harus diatensi sampai ke pusat,” ungkapnyaa.

11 isi tuntutan Aliansi Mahakam yaitu.

  1. Tolak RUU KUHAP
  2. Hapus Tunjangan Mewah DPR
  3. Sahkan RUU Perampasan Aset, RUU PPRT, dan RUU Masyarakat Adat
  4. Tingkatkan kesejahteraan guru dan dosen, serta tingkatkan pendidikan di daerah 3T (tertinggal terpencil dan terluar )
  5. Tolak Pemutihan Dosa Pemerintah
  6. Cabut UU yang Tidak Berpihak Kepada Rakyat
  7. Hentikan Represifitas terhadap Gerakan Rakyat
  8. Ciptakan kebijakan yang pro terhadap rakyat
  9. Hentikan Oligarki Politik dan Demokrasi Palsu
  10. Tegakkan Supremasi Hukum
  11. Hentikan kejahatan ekologis dan pertambangan

Safrudin menjelaskan, jika tidak ada jawaban yang jelas dari DPRD Kaltim terkait 11 tuntutan aksi, mereka akan menduduki DPRD Kaltim. “Ketua DPRD Kaltim, Gubernur, Kapolda harus hadir menemui massa aksi,” jelasnya.

Renaldi Saputra selaku Jendral Lapangan (Jenlap) Aliansi Mahakam mengatakan dengan tegas bahwa aksi ini tidak akan mengarah kepada kekerasan, penjarahan dan anarkisme. “Siapun yang menjadi provokator kami bakal keluarkan dari barisan,” tegasnya.

Renaldi juga mengatakan semisal ada pihak yang merusak fasilitas, mereka bukan dari bagian aliansi. “Apabila ada kekerasan nanti, dan kerusakan, komitmen kami menarik massa mundur dan maju kembali,” pungkasnya.

Dari pantau headlinekaltim, aparat kepolisian memukul mundur massa aksi ke arah simpang empat Karang paci, dan ke arah sekitar kawasan SPBU Jalan Teuku Umar, setelah jam 18.00 Wita. Ketegangan mulai terlihat saat aparat kepolisian menembakan gas air mata dan mengerahkan kendaraan taktis water canon untuk membubarkan massa aksi. Terlihat ambulans bolak-balik untuk mengevakuasi korban saat massa aksi kembali ke titik kumpul. Dari pantauan, sekitar jam 19.00 WITA,  di depan kantor DPRD Kaltim berserakan botol-botol, plastik, kardus sari sisa aksi pada hari ini. (msd)

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya