deadlinenews.co/, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Penataan Ruang (PUPR-Pera) terus mengebut pembangunan jalan penghubung Tering–Ujoh Bilang. Proyek strategis yang menjadi akses utama menuju Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) itu ditargetkan selesai pada Desember 2025.
Dilansir dari AntaraNews, Kabid Bina Marga Dinas PUPR-Pera Kaltim, R. Hariadi, optimistis pembangunan jalan darat tersebut bakal mempermudah distribusi barang sekaligus meningkatkan mobilitas masyarakat di wilayah pedalaman.
“Komitmen pemerintah provinsi menargetkan jalan darat menuju Mahulu rampung paling cepat akhir 2025 dan paling lambat 2026,” ujar Hariadi dalam dialog khusus progres pembangunan akses jalan Mahakam Hulu di Samarinda, Selasa (2/9/2025).
Kualitas Konstruksi Jadi Prioritas
Wakil Bupati Mahulu, Muhammad Saktianto, menegaskan kualitas konstruksi harus menjadi perhatian utama agar jalan tahan lama. Pemerintah daerah bersama Pemprov Kaltim telah menyiapkan anggaran sekitar Rp206 miliar untuk proyek tersebut.
“Kalau hanya mengandalkan aspal, maksimal enam bulan sudah rusak. Solusinya harus beton agar bertahan lama. Jangan sampai pembangunan setengah-setengah,” tegas Saktianto.
Menurutnya, jalan darat bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan urat nadi yang menentukan masa depan masyarakat Mahulu. Sejak dimekarkan lebih dari sepuluh tahun lalu, Mahulu masih menjadi salah satu daerah paling terisolasi di Kaltim dengan akses utama hanya melalui Sungai Mahakam.
Tekan Biaya Logistik dan Percepat Pertumbuhan
Kondisi keterisolasian tersebut berdampak pada tingginya biaya logistik, mahalnya harga kebutuhan pokok, hingga terbatasnya layanan pendidikan dan kesehatan.
“Dengan jalan yang layak, biaya logistik bisa ditekan, distribusi hasil perkebunan lebih cepat, harga kebutuhan pokok lebih terjangkau, dan akses pendidikan serta kesehatan lebih mudah diraih,” tambahnya.
Jalur Vital ke Perbatasan
Kasatker Pelaksanaan Jalan Perbatasan Kaltim Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), Mochamad Saktianto, memastikan tahun ini ada tiga paket pekerjaan, termasuk peningkatan ruas Tering–Long Bagun sepanjang lebih dari 20 kilometer.
Ruas tersebut dinilai vital karena akan membuka konektivitas Mahulu dengan Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, bahkan akses lintas batas menuju Sarawak, Malaysia.
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya












