Gaji PNS dan PPPK Terancam, Dana Bagi Hasil Kukar Menyusut Tinggal Rp1,3 Triliun

deadlinenews.co/, TENGGARONG – Simulasi perhitungan Dana Transfer Umum (DTU) tahun 2026, untuk kabupaten/kota se-Kaltim terbit dari Pemerintah Pusat. Komponen Dana Bagi Hasil (DBH) bakal anjlok termasuk Kukar.

‎Terkait DTU 2026, Bupati Aulia Rahman Basri mengaku khawatir terhadap persoalan tersebut. ‎”Biasanya Kukar dapat transfer DBH Rp 5,7 triliun sebagaimana tahun ini, tapi tahun depan DBH yang kemungkinan diterima kisaran Rp 1,3 triliun,” ucap Bupati Aulia, Selasa 16 September 2025, usai hadiri Musrenbang RPJMD Kukar, di kantor Bappeda Kukar.

‎Yang dikhawatirkan Bupati Aulia adalah terkait belanja pegawai ASN dan PPPK Kukar. Sebab, komponen pembayaran gaji dan tunjangan terbilang besar mencapai Rp 3,7 triliun. ‎”Ini yang harus kita carikan solusi bersama, karena DBH minus,” ujarnya.

‎Solusi yang dibayangkan Aulia adalah Dana Alokasi Umum(DAU). Namun, DAU yang bakal diterima Kukar juga alami penurunan. Jika di tahun 2025 Kukar dapat DAU sebesar Rp 633 miliar, maka tahun depan hanya Rp 529 miliar. ‎”Kita berharap ada DAU khusus untuk penambahan anggaran Kukar,” harapnya.

‎Sumber-sumber pendapatan yang diterima Kukar selain DBH Migas dan DAU seperti transfer antar daerah dari Pemprov Kaltim, Pendapatan Asli Daerah (PAD), pajak perkebunan kelapa sawit, hingga pendapatan lainnya yang sah. ‎”Tetap akan kita lakukan komunikasi yang intens dengan pemerintah pusat khususnya Kemenkeu,” jelasnya.

‎Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani mengakui sudah mengetahui data simulasi DTU tahun anggaran 2026. Memang selama ini, kelemahan Kukar hanya mengandalkan transfer DBH sehingga berpotensi alami gangguan keuangan daerah.

‎Idealnya, Kukar bisa menggenjot PAD sebagai bentuk kemandirian keuangan daerah. Yani mencontohkan DKI Jakarta dan Bali yang pembangunannya mengandalkan PAD. ‎”Perusda di Kukar terlalu sedikit, hanya tiga perusahaan. Idealnya Kukar miliki 10 Perusda karena banyak sumber berpotensi jadi lumbung PAD,” sarannya.(Andri)

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya