GPMB Kutai Timur Tingkatkan Literasi dengan Bagikan Buku Gratis

deadlinenews.co/, SANGATTA – Gerakan Pembudayaan Minat Baca (GPMB) Kutai Timur terus mendorong peningkatan budaya literasi masyarakat melalui kegiatan berbagi buku gratis. Aksi ini diharapkan mampu menarik minat anak-anak hingga orang tua untuk kembali gemar membaca.

“Kami buka lapak baca, boleh dibawa pulang bukunya, gratis. Maksudnya untuk menguatkan budaya baca mereka di rumah,” ujar Sekretaris GPMB Kutim, Ani Purwati, di Sangatta, dilansir dari Antara Kaltim, Selasa (30/9/2025).

Ani menjelaskan, program literasi ini diwujudkan melalui lumbung buku dan lapak baca yang dibuka di berbagai ruang publik, seperti taman dan bukit pandang. Warga tidak hanya bisa membaca di tempat, tetapi juga diperbolehkan membawa pulang buku secara cuma-cuma.

Menurutnya, konsep lapak baca di area publik cukup efektif menarik perhatian. Anak-anak yang bermain di taman biasanya akan tertarik dengan buku, dan secara otomatis orang tua ikut mendampingi.

“Tentunya anak kecil datang ke taman pasti bersama orang tua. Kalau anaknya sudah lari ke lapak kami untuk membaca buku, pasti orang tuanya datang. Jadi otomatis itu melalui anaknya orang tuanya tersentuh,” terangnya.

Meski demikian, upaya meningkatkan minat baca masih menghadapi tantangan besar. Salah satunya adalah maraknya penggunaan gawai di usia dini. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, tercatat 39,71 persen anak usia dini di Indonesia sudah menggunakan ponsel. Di Kalimantan Timur, angka tersebut lebih tinggi yakni 80,46 persen anak usia 5 tahun ke atas terhubung internet, sementara di Kutim bahkan mencapai 80,72 persen.

Kondisi ini, kata Ani, menjadi ancaman serius bagi gerakan literasi. Karena itu, pihaknya aktif menjalin kolaborasi dengan berbagai komunitas penggiat literasi demi mengimbangi dominasi gawai.

“Pentingnya peran orang tua untuk menyeimbangkan gawai dengan buku cetak, serta mau meluangkan waktu untuk membacakan buku bergambar sesuai usia anak,” jelasnya.

Ani menegaskan, membudayakan membaca adalah tanggung jawab bersama, baik pemerintah maupun masyarakat. Ia berharap pemerintah daerah dapat menyediakan lebih banyak fasilitas membaca, baik berbentuk buku cetak maupun digital, agar bisa diakses lebih luas.

“Meski era digital semakin merajalela, kami akan terus berupaya membuat masyarakat kembali mencintai buku, membaca buku bahkan dalam bentuk fisik,” pungkasnya.

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya