deadlinenews.co/, SANGATTA – Dua warga Desa Tepian Langsat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, dilaporkan hilang dan diduga tenggelam di Sungai Meratak setelah perahu yang mereka tumpangi karam pada Senin (6/10/2025) sore. Kedua korban diketahui bernama Marsel dan istrinya, Helmiana Neri, pasangan petani asal Dusun Meratak.
Dilansir dari RRI Samarinda, peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 Wita. Kedua korban bersama seorang saksi bernama Iliq Tingai (64) tengah dalam perjalanan pulang dari ladang ketika perahu yang mereka naiki karam di aliran Sungai Meratak.
Menurut penuturan Iliq, mereka bertiga berangkat dari ladang sekitar pukul 15.00 Wita setelah memanen berbagai hasil kebun seperti buah sawit, labu, dan sayur sawi. Hasil panen itu ditumpuk di perahu yang mereka gunakan untuk pulang menuju Dusun Meratak.
Namun di tengah perjalanan, nasib malang menimpa mereka. Perahu yang membawa sekitar dua kwintal buah sawit tersebut menabrak batang kayu besar yang hanyut di sungai. Benturan keras membuat badan perahu bocor dan perlahan kemasukan air hingga akhirnya terbalik.
“Saya bersama Pak Marsel dan istrinya berusaha menyelamatkan diri dengan berpegangan di perahu yang sudah terbalik. Tapi karena keduanya tidak bisa berenang, mereka terus tenggelam meski sudah saya bantu naik ke perahu,” tutur Iliq Tingai kepada petugas kepolisian.
Dalam kondisi kelelahan dan kram, Iliq akhirnya berenang menepi ke tepi sungai untuk menyelamatkan diri. Setelah beristirahat, ia berteriak meminta pertolongan hingga suaranya terdengar oleh Andarias Liong Yan, warga lain yang sedang berkebun di sekitar lokasi.
Keduanya kemudian berinisiatif melakukan pencarian dengan menggunakan perahu kecil. Namun hingga malam hari, kedua korban belum berhasil ditemukan.
Informasi tersebut segera dilaporkan ke Polsek Bengalon, dan diteruskan ke Pusat Pengendalian dan Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) Kabupaten Kutai Timur untuk melakukan upaya pencarian dan evakuasi bersama unsur gabungan.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan bersama warga masih melakukan pencarian di sepanjang aliran Sungai Meratak, dengan fokus penyisiran di area sekitar lokasi perahu karam.
Pihak kepolisian dan BPBD Kutai Timur menyatakan proses pencarian akan terus diperbarui dan dilanjutkan hingga kedua korban ditemukan.
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya
