deadlinenews.co/, SENDAWAR – Progres pembangunan jalan perbatasan Kalimantan Timur, khususnya ruas Tering–Ujoh Bilang, kini telah mencapai sekitar 40 persen dari total panjang 26 kilometer. Proyek ini menjadi salah satu infrastruktur strategis yang menghubungkan Kutai Barat dan Mahakam Ulu, serta mempercepat konektivitas wilayah perbatasan.
Dilansir dari Antara Kaltim, pembangunan jalan ini terbagi menjadi empat segmen. Dari total segmen tersebut, dua di antaranya masih mengalami perlambatan progres. Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji memastikan pemerintah provinsi akan mempercepat pengerjaan segmen dua dan empat agar proyek dapat selesai tepat waktu.
“Dari 4 segmen, baru sekitar 40 persen terlaksana. Kita akan kejar segmen 2 dan 4 yang pergerakannya masih agak lambat,” kata Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, didampingi Wakil Bupati Kutai Barat Nanang Ardiani dan Wakil Bupati Mahakam Ulu Suhuk, saat meninjau proyek di STA 41, Jalan Tering–Ujoh Bilang, Senin (6/10).
Seno Aji menegaskan, Dinas PUPR Kaltim harus memastikan seluruh segmen bisa tuntas pada akhir 2025. Ia menyebutkan, pembangunan dari STA 41 hingga STA 140 menjadi tanggung jawab pemerintah pusat (APBN) dengan nilai kontrak sekitar Rp459 miliar melalui skema multiyears contract hingga 2027.
Proyek tersebut mencakup tiga paket pekerjaan yang melibatkan pembangunan 11 jembatan, dengan hasil akhir berupa aspal, sementara segmen dari APBD Kaltim dikerjakan menggunakan rigid pavement (beton).
“Akan ada kombinasi aspal dan rigid. Ada juga cutfil (pemangkasan tanjakan) dengan volume besar,” jelas Seno.
Meski begitu, masih terdapat sekitar 13 kilometer jalan yang membutuhkan intervensi tambahan. Wagub meminta agar pemerintah provinsi memberikan perbaikan sirtu (pasir dan batu) untuk memastikan jalur tetap fungsional.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah menyiapkan anggaran Rp165 miliar pada 2026, sebelum adanya pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH).
“Nanti kita akan lihat lagi berapa yang bisa kita manfaatkan. Kita harapkan 2027, semua jalan sepanjang 140 km dari Tering ke Ujoh Bilang bisa dilalui secara fungsional, termasuk dengan sepeda motor,” ujarnya.
Menurut rencana, pekerjaan yang dibiayai APBD Kaltim ditargetkan selesai pada akhir 2025, sedangkan pembangunan melalui APBN rampung pada 2027.
“Kami harapkan akhir 2027 dari titik nol sampai STA 140 sudah bisa dilalui dengan baik, sehingga masyarakat Kubar dan Mahulu bisa menikmati manfaat jalan ini dengan nyaman. Dan semua bisa tersenyum,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Mahakam Ulu Suhuk mengungkapkan kondisi jalur tersebut secara umum sudah dapat dilintasi kendaraan penumpang.
“Tapi untuk angkutan logistik maksimal truk hanya bisa mengangkut tiga ton. Lebih dari itu berat. Tanjakan masih terlalu tinggi Pak Wagub,” ujar Suhuk.
Peninjauan proyek ini juga dihadiri Wakil Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel, sejumlah anggota DPRD, serta Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kaltim Hariadi Purwatmoko. Dalam kesempatan itu, Wagub Seno Aji turut menjajal jalur dengan sepeda motor trail, sekaligus menyapa para pekerja yang tengah menyelesaikan pembangunan jalan poros Kubar–Mahulu tersebut.
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya
