Mahakam Ulu Tegaskan Komitmen Lestarikan Adat dan Budaya di Tengah Arus Globalisasi

Mahakam Ulu, pelestarian budaya, adat dan budaya, Hudoq Pekayang, Kalimantan Timur
Suasana pembukaan Hudoq Pakayang 2025 di Kabupaten Mahulu, Kaltim ANTARA/ HO- Prokopim Mahulu

deadlinenews.co/, UJOH BILANG – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu di Kalimantan Timur menegaskan komitmennya terhadap pelestarian budaya dan adat lokal di tengah derasnya arus globalisasi. Upaya menjaga adat dan budaya ini menjadi bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur sekaligus identitas daerah yang perlu dijaga lintas generasi.

Dilansir dari Antara Kaltim, Wakil Bupati Mahakam Ulu, Suhuk, menegaskan bahwa budaya tidak hanya menjadi peninggalan masa lalu, tetapi juga sumber nilai moral dan spiritual yang menguatkan arah pembangunan daerah.

“Adat dan budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan fondasi moral dan spiritual yang menghidupkan arah pembangunan daerah,” ujar Suhuk di Ujoh Bilang, Mahakam Ulu, Jumat (24/10).

Menurutnya, pemerintah daerah terus memberikan dukungan terhadap berbagai komunitas yang berperan aktif dalam menjaga dan mengembangkan tradisi. Bentuk dukungan itu diwujudkan melalui bantuan pelaksanaan berbagai kegiatan budaya lokal, seperti upacara Adat Hudoq, Nemlaai, Adat Laliq Pakan Hudo, Hudoq Pakayang, hingga Festival Hudoq.

Salah satu kegiatan budaya yang mendapat dukungan penuh pemerintah adalah Hudoq Pekayang 2025 di Kampung Liu Mulang, Kecamatan Long Pahangai. Festival yang berlangsung selama tiga hari, dari Senin hingga Rabu (20–22 Oktober 2025), menjadi wujud nyata pelestarian tradisi serta penguatan jati diri masyarakat Dayak Bahau.

Festival Hudoq Pekayang juga mencerminkan ketahanan sosial dan kearifan lokal masyarakat, sejalan dengan visi keempat Kabupaten Mahulu Melaju (merata, maju, berkelanjutan). Melalui kegiatan ini, pemerintah berupaya memperkuat ketahanan sosial dan budaya berbasis nilai lokal dalam masyarakat yang aman, nyaman, serta inklusif.

Suhuk menekankan bahwa tradisi Hudoq Pekayang merupakan simbol kebersamaan dan ketulusan masyarakat Dayak Bahau dalam menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan leluhur. “Budaya adalah roh pembangunan. Tanpa budaya, kemajuan hanya akan menjadi angka tanpa jiwa. Untuk itu, arah pembangunan Mahulu harus seimbang antara infrastruktur fisik dan infrastruktur moral,” tuturnya.

Ia juga mengajak generasi muda Mahakam Ulu untuk berbangga dengan warisan leluhur dan menjadi pelindung serta promotor kebudayaan daerah. Menurutnya, menjaga budaya berarti menjaga karakter bangsa di tengah tantangan globalisasi.

Lebih lanjut, Suhuk menilai pelestarian budaya dapat menjadi penggerak ekonomi kreatif dan pariwisata daerah. Dengan mengemas budaya dalam bentuk atraksi wisata, nilai-nilai tradisional bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.

“Hudoq Pekayang dan semua budaya yang ada di Mahulu dari berbagai suku maupun subsuku memiliki potensi besar menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu menggerakkan ekonomi daerah,” ujar Suhuk.

Pemerintah berharap upaya pelestarian ini tidak hanya menjaga keberagaman budaya, tetapi juga menjadi landasan bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Mahakam Ulu.

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya