deadlinenews.co/, TENGGARONG – Disdikbud Kaltim Cabang III Wilayah Kukar mencari solusi menurunkan angka anak putus sekolah di Kukar. Baik Seksi SMK serta Seksi SMA akan bersama-sama mencari solusinya.
”Sekitar 1.000 anak berstatus putus sekolah tercatat di sistem nasional,” sebut Kasi Pendidikan SMK Disdikbud Kaltim Cabang III, Akhmad Badwi, Senin 3 November 2025.
Penyebab siswa putus sekolah, sebut Badwi, kebanyakan tidak melanjutkan sekolah sama sekali setelah lulus SMP atau putus masa sekolah. Ada juga karena drop out dari sekolah. Faktor salah mengambil jurusan juga mempengaruhi minat belajar.
”Si anak tidak naik kelas, dan merasa malu, atau ada faktor lainnya hingga akhirnya mengajukan pengunduran diri dari peserta didik,” jelasnya.
Idealnya, lanjut dia, sekolah bisa melakukan penelusuran lebih lanjut kemana siswanya yang berhenti. Apakah pindah ke sekolah yang lain atau ikut lembaga kursus. ”Adanya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sangat membantu anak putus sekolah, yang penting bisa terdata dengan baik dan bisa melanjutkan belajar,” jelasnya.
Kasi Pendidikan SMA dan Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PKLK) Fadli Yulizannur menyebut, solusi buat anak putus sekolah setingkat SMP agar melanjutkan ke jenjang SMA adalah dengan membentuk sekolah baru.
Aapun target pembentukan sekolah baru yaitu SMAN 4 Kota Bangun yang sebelumnya SMA Swasta Gotong Royong, SMAN 2 Muara Wis yang sebelumnya Filial Muara Wis. Kemudian SMAIT Insan Cendikia Tenggarong Seberang, SMA Darul Mutalimin serta SMAN 4 Marang Kayu.
”Penyebab putus sekolah setingkat SMP karena jarak SMA dari tempat tinggal terlalu jauh. Jika ada SMA lebih dekat, maka anak bisa melanjutkan sekolahnya,” jelasnya.(Andri)








