deadlinenews.co/, SAMARINDA – Empat kuliner khas Kaltim resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) nasional oleh Kementerian Kebudayaan. Penetapan ini memperkuat posisi kuliner khas Kaltim sebagai identitas budaya penting di Tanah Borneo.
Dilansir dari Antara Kaltim, keputusan tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalimantan Timur, Sih Sudiyono, di Samarinda, Rabu. Ia menyebut bahwa dari 13 usulan yang diajukan, seluruhnya diterima, termasuk empat kuliner khas Kaltim yang menjadi sorotan utama.
Tiga kuliner khas Kaltim yang berasal dari Samarinda Amplang Samarinda, Bubur Peca’, dan Amparan Tatak menjadi bagian dari penetapan tersebut. Selain itu, ada satu kuliner khas Kaltim dari Kutai Kartanegara bernama Jajak Juragan Mabok. “Satu lagi kuliner dari Kutai Kartanegara yaitu Jajak Juragan Mabok,” kata Sih Sudiyono.
Ia menjelaskan bahwa penetapan ini sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat ekonomi budaya melalui produk kuliner. Dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara, kehadiran kuliner khas Kaltim diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi bagi para pelaku budaya dan kuliner lokal.
Dalam penjelasannya, Sudiyono menegaskan bahwa Amparan Tatak salah satu kuliner khas Kaltim memiliki karakter yang berbeda dari versi Kalimantan Selatan, baik dari proses memasak maupun bahan bakunya. “Perbedaan itu juga sudah diterima oleh tim ahli, termasuk bagaimana cara memasaknya dan bahan bakunya,” ujarnya.
Keempat kuliner khas Kaltim tersebut merupakan bagian dari total 13 usulan WBTB Kaltim yang lolos kajian tim ahli nasional. Selain kuliner, beberapa kategori lain juga ditetapkan sebagai WBTB, mulai dari kemahiran kerajinan tradisional seperti Sulam Tumpar dan Kriookng dari Kutai Barat, hingga seni pertunjukan seperti Tari Topeng Penembe dari Kutai Kartanegara.
Kategori adat istiadat juga masuk daftar, termasuk Pemala asal Kutai Barat. Seluruh usulan itu telah dinyatakan lolos verifikasi bulan lalu, dan sertifikat penetapannya akan diserahkan pada malam apresiasi Anugerah Warisan Budaya pada 3 Desember di Jakarta. Dengan semakin banyaknya kuliner khas Kaltim dan budaya lokal yang diakui, pemerintah berharap identitas budaya daerah tersebut semakin kuat dan berkelanjutan.












