PAD Harus Jadi Ujung Tombak Saat APBD Kaltim Terkoreksi

deadlinenews.co/, SAMARINDA – Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Ananda Emira Moeis memaparkan perihal pengurangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta potensi yang dapat mendongkrak pendapatan daerah.

Namun sebelum itu, mengenai pembahasan APBD yang terkesan mepet di penghujung akhir November, Ananda menjelaskan bahwa hal ini disebabkan oleh kehati-hatian Badan Anggaran (Banggar) dalam meneliti detail pos anggaran.

Dia mengatakan, terjadinya penurunan kesepakatan angka dari sebelumnya Rp21 triliun menjadi Rp15,15 triliun menuntut adanya efisiensi nanprogram. “Kita melihatnya harus detail, jangan sampai dampaknya kurang bagus buat ekonomi Kaltim,” imbuhnya saat diwawancarai Selasa 2 November 2025).

Selain menyoroti pengurangan anggaran, Ananda juga memberikan kritik kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Serapan anggaran OPD pada tahun 2025 belum mencapai 70 persen, sementara realisasi pendapatan masih berada di angka 60-an persen.

Ia menekankan agar hal ini menjadi pembelajaran bagi Pemprov Kaltim ke depannya agar pengawasan terhadap serapan anggaran dan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) lebih diperketat. “Adanya faktor waktu transfer dari pusat yang mempengaruhi realisasi, kita berharap sisa waktu tahun ini dapat dimaksimalkan,” ungkapnya.

Ananda juga memberikan pendapat terkait optimalisasi aset daerah, khususnya alur Sungai Mahakam yang dinilainya belum memberikan kontribusi maksimal bagi PAD Kaltim.

“Kita punya aset yang panjang dan lebar, itu kan Sungai Mahakam. Yang katanya setiap hari bolak-balik komoditinya bisa sampai triliunan. Harusnya Kaltim bisa mendapatkan dari situ,” jelasnya.

Ananda mengungkapkan bahwa DPRD telah menggelar rapat dengan pihak terkait seperti KSOP, Pelindo, dan MBS untuk membahas potensi ini. “Jika potensi Sungai Mahakam dikelola maksimal, dampaknya akan sangat besar bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

“Harusnya bisa besar. Harusnya semua bisa gratis sekolah. Infrastruktur harusnya tidak ada kekurangan,” pungkasnya. (msd)

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp deadlinenews.co/

Gabung