deadlinenews.co/, SAMARINDA – Persiapan pembukaan Rute Internasional Samarinda Kuala Lumpur terus digenjot di Bandara APT Pranoto Samarinda, seiring target operasional pada Februari 2026. Upaya percepatan ini mencakup penataan terminal, pemenuhan dokumen, serta kesiapan operator penerbangan.
Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda terus mematangkan berbagai langkah strategis untuk merealisasikan Rute Internasional Samarinda Kuala Lumpur yang ditargetkan mengudara pada Februari 2026. Seluruh kesiapan administratif dan teknis kini menjadi prioritas utama jelang pengoperasian rute internasional perdana dari ibu kota Kalimantan Timur tersebut.
Dilansir dari RRI Kaltim, Kepala UPBU Kelas I APT Pranoto, I Kadek Yuli Sastrawan, menjelaskan bahwa pihaknya sedang menyelesaikan sejumlah dokumen penting. Salah satu yang masih ditunggu adalah surat persetujuan dari Kementerian Pertahanan sebagai syarat operasional Rute Internasional Samarinda Kuala Lumpur.
“Kami diberikan waktu enam bulan berdasarkan Kepmenhub Nomor 37 Tahun 2025. Semua sedang berproses,” ujarnya.
Kadek menuturkan bahwa tantangan terbesar berada pada penataan ulang terminal internasional. Sebab, bandara tersebut sejak awal dibangun sebagai fasilitas domestik sehingga harus menyesuaikan alur kedatangan dan keberangkatan penumpang internasional, termasuk penempatan layanan Custom, Immigration, Quarantine (CIQ). Pemasangan partisi area, pembangunan tambahan, serta desain ulang terminal kedatangan kini dilakukan agar Rute Internasional Samarinda Kuala Lumpur dapat beroperasi tepat waktu.
Karena pekerjaan fisik baru dimulai pada November–Desember, penyelesaian total di tahun anggaran ini tidak memungkinkan.
“Pembangunan terminal ini dilanjutkan awal tahun depan. Yang penting Februari sudah bisa dipakai untuk operasional, meskipun belum sempurna,” katanya memastikan kesiapan bandara untuk mendukung Rute Internasional Samarinda Kuala Lumpur.
Dari sisi maskapai, I Kadek mengonfirmasi bahwa Malindo Air (Batik Air Malaysia) merupakan operator pertama yang menunjukkan minat membuka penerbangan perdana Rute Internasional Samarinda Kuala Lumpur. Pengajuan izin rute kini berada dalam proses evaluasi Kementerian Perhubungan.
“Maskapai akan mengajukan permohonan, kemudian Kemenhub menilai potensi rute, kesiapan bandara, dan slot time di APT Pranoto,” jelasnya.
Pihak bandara berharap seluruh proses yang berkaitan dengan Rute Internasional Samarinda Kuala Lumpur dapat selesai sebelum tenggat waktu, sehingga masyarakat Samarinda dan sekitarnya akhirnya memiliki akses langsung menuju Kuala Lumpur tanpa harus transit di kota lain.












