Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak Masih Dominan di Samarinda, Aplikasi SOPPA Resmi Diluncurkan

deadlinenews.co/, SAMARINDA – Kasus kekerasan seksual terhadap anak masih menjadi bentuk kekerasan yang paling banyak dilaporkan di Kota Samarinda sepanjang 2025. Dominasi kasus kekerasan seksual terhadap anak ini terungkap dalam peluncuran aplikasi SOPPA, sistem pengaduan online khusus perempuan dan anak yang diharapkan mampu mempercepat penanganan serta mendorong keberanian korban untuk melapor.

Dilansir dari RRI Kaltim, peluncuran aplikasi SOPPA digelar di salah satu kafe di Samarinda, Senin (15/12/2025), dan menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem perlindungan terhadap perempuan dan anak, khususnya dalam menangani kasus kekerasan seksual terhadap anak.

Ketua Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kalimantan Timur, Rina Zainun, mengungkapkan bahwa sebagian besar laporan yang ditangani pihaknya selama tahun 2025 berkaitan dengan kasus kekerasan seksual terhadap anak. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena menyasar kelompok paling rentan.

“Kasus terbanyak itu kekerasan seksual terhadap anak. Karena itu sejak awal kami fokus pada edukasi dan langkah preventif ke masyarakat dan sekolah,” kata Rina.

Ia menjelaskan, edukasi menjadi strategi utama dalam menekan kasus kekerasan seksual terhadap anak, baik melalui peningkatan kesadaran masyarakat maupun pembekalan kepada anak-anak. Masyarakat didorong agar tidak ragu berperan sebagai pelapor, sementara anak-anak diberikan ruang aman untuk menyampaikan pengalaman yang mereka alami.

Menurut Rina, keberanian korban dalam mengungkapkan kejadian menjadi kunci utama terbongkarnya kasus kekerasan seksual terhadap anak. Tanpa laporan, banyak kasus berpotensi terus berulang dan tidak tertangani secara hukum.

Rina juga menegaskan bahwa meningkatnya laporan kasus kekerasan seksual terhadap anak tidak selalu mencerminkan kegagalan upaya pencegahan. Sebaliknya, hal itu menandakan adanya perubahan perilaku masyarakat yang kini lebih sadar dan berani melapor.

“Ketika laporan naik, itu artinya kesadaran meningkat. Korban dan keluarga sudah mulai berani bicara,” ujarnya.

Berdasarkan data sebaran wilayah, Kecamatan Sungai Kunjang tercatat sebagai daerah dengan laporan kasus kekerasan seksual terhadap anak terbanyak di Samarinda. Selain itu, Kecamatan Sungai Pinang dan Samarinda Ulu juga masuk dalam wilayah dengan angka laporan yang cukup tinggi.

Peluncuran aplikasi SOPPA diharapkan mampu menjadi solusi konkret dalam penanganan kasus kekerasan seksual terhadap anak. Aplikasi ini dirancang sebagai sistem pelaporan terpadu yang memudahkan masyarakat menyampaikan aduan secara aman dan cepat.

Rina menyebut, aplikasi SOPPA sudah aktif digunakan sejak hari peluncuran. Seluruh data pelaporan, mulai dari identitas korban, pelapor, alamat, hingga titik lokasi kejadian kasus kekerasan seksual terhadap anak, terintegrasi langsung dengan pihak berwenang.

“SOPPA sudah bisa digunakan mulai hari ini. Data lengkap korban dan pelapor langsung terhubung dengan UPTD, sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi,” ucapnya.

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp deadlinenews.co/

Gabung