deadlinenews.co/, SAMARINDA – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim mencatat intensitas penanganan narkoba yang terus meningkat, baik melalui kegiatan pencegahan, penegakan hukum, maupun deteksi dini melalui tes urine.
Kepala BNNP Kaltim, Brigjen Pol Rudi Hartono mengungkapkan penanganan narkotika sepanjang tiga tahun terakhir. Pada 2023, tes dilakukan kepada 12.527 orang dengan 112 hasil positif. Tahun 2024 meningkat menjadi 18.790 orang dengan 155 positif. Sementara, pada tahun 2025 mencatat 15.720 orang diperiksa dan 176 di antaranya positif narkotika.
Tak hanya itu BNNP Kaltim, juga terus melaksanakan edukasi, dan sosialisai pencegahan narkotika. Sebanyak 115.044 orang terjangkau pada 2023, naik menjadi 124.598 orang pada 2024, dan mencapai 65.865 orang sepanjang 2025.
Lanjutnya, terkait layanan rehabilitasi juga terus diperkuat. Pada 2025, BNNP Kaltim menangani 179 klien rawat jalan dan 145 klien rawat inap. Jumlah ini relatif stabil dibandingkan dua tahun sebelumnya.
“Dari sisi pemberantasan, BNNP Kaltim mencatat lonjakan besar dalam barang bukti narkotika pada tahun 2025, dimna dari 39 berkas perkara dengan 36 tersangka, jumlah barang bukti sabu naik menjadi 42.420.32 gram, dari tahun sebelumnya hanya 3.903.8 gram, angka ini meningkat sekitar 1.650 persen dari tahun sebelumnya,” imbuhnya, Senin 29 Desember 2025 pada saat konferensi pers akhir tahun.
BNNP juga mengamankan ganja sebanyak 1.862 gram serta 684 butir ekstasi selama tahun 2025.“Untuk jumlah tersangka meningkat dari 86 orang tahun 2023, dan tahun 2024 104 orang, sedangkan tahun 2025 menjadi 126 orang. Terkait proses hukum lanjutan, tercatat 20 kasus pada tahun ini,” jelsnya.
BNNP Kaltim juga menyoroti terkait program pencegahan melalui program Desa Bersinar (Bersih Narkoba) yang dibentuk di tujuh desa. Indeks kepuasan layanan berada pada angka 3,72. Pencegahan dan sosialisasi tahun mendatang akan mendorong program Ananda (Aksi Nasional Anti Narkoba) yang terfokus pada pencegahan, pemulihan, pemberdayaan, ketahanan dan kolaborasi.
Kata dia, program ANANDA dirancang untuk menjangkau berbagai lapisan, dari pelajar, oekerja, kominitas serta keluarga. “Pencegahan dan pemulihan sangat penting kepada masyarakat dari berbagi lapisan agar masyarakat tidak terus-terusan menjadi korban penyalahgunaan narkoba,” pungkasnya. (msd)












