Sampah Jadi ‘PR’ Serius, Thamrin Desak Kepastian Lahan TPA di Biduk-Biduk

Sampah Jadi 'PR' Serius, Thamrin Desak Kepastian Lahan TPA di Biduk-Biduk
Suasana pantai di Kecamatan Biduk-Biduk. (Riska)

DEADLINENEWS.CO, TANJUNG REDEB – Anggota Komisi I DPRD Berau Thamrin, menilai persoalan sampah kini menjadi ujian keseriusan pemerintah daerah dalam menata kawasan wisata secara berkelanjutan. Menurutnya, peningkatan jumlah kunjungan wisatawan harus diantisipasi dengan sistem pengelolaan lingkungan yang memadai.

“Jangan sampai kita gencar mempromosikan pariwisata, tetapi infrastruktur dasarnya belum siap. Produksi sampah di Biduk-Biduk terus meningkat karena kunjungan juga meningkat,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, rencana pengadaan lahan TPA sebenarnya sempat berjalan tahun lalu dengan lokasi yang direncanakan di kawasan Tanjung Perepat. Namun, proses tersebut terhenti akibat perbedaan nilai antara harga yang diminta pemilik lahan dan hasil appraisal.

Menurutnya, hal tersebut seharusnya menjadi bahan evaluasi, bukan alasan untuk berhenti. Ia meminta Pemkab Berau segera menentukan langkah lanjutan, apakah melanjutkan negosiasi atau mencari lokasi alternatif yang lebih realistis secara anggaran.

“Kalau dibiarkan berlarut-larut, dampaknya bukan hanya pada lingkungan, tapi juga pada citra pariwisata kita. Wisatawan datang mencari keindahan alam, bukan melihat persoalan sampah,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa pengadaan TPA bukan sekadar proyek fisik tahunan, melainkan bagian dari strategi besar pembangunan kawasan pesisir. Sebagai destinasi yang mengandalkan kekuatan pantai dan ekosistem laut, kebersihan menjadi faktor kunci keberlanjutan ekonomi masyarakat setempat.

Politikus PKS itu berharap pemerintah daerah menjadikan persoalan ini sebagai prioritas dalam perencanaan anggaran mendatang. Baginya, pembangunan pariwisata tidak boleh hanya berorientasi pada promosi dan peningkatan kunjungan, tetapi juga pada kesiapan fasilitas pendukung.

“Kalau ingin pariwisata kita berdaya saing dan berkelanjutan, maka persoalan mendasar seperti pengelolaan sampah harus diselesaikan lebih dulu,” pungkasnya. (Adv27)