DEADLINNEWS.CO, BALIKPAPAN – Pengelolaan sampah Balikpapan menjadi perhatian dalam kunjungan kerja legislatif Jayapura. Kota Balikpapan dinilai berhasil menjaga kebersihan dan tata lingkungan secara berkelanjutan.
Dilansir dari RRI, Komisi B DPRD Kota Jayapura melakukan kunjungan kerja ke Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan pada Rabu (22/4/2026) untuk mempelajari strategi pengelolaan sampah yang diterapkan di kota tersebut.
Dalam pertemuan itu, delegasi Jayapura menggali berbagai inovasi yang telah dijalankan DLH Balikpapan, mulai dari pengelolaan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST), pengaturan jam operasional di Tempat Pembuangan Sementara (TPS), hingga kebijakan relokasi TPS.
Balikpapan memiliki pendekatan berbeda dalam penataan TPS. Pemerintah kota secara konsisten menghindari penempatan TPS di sepanjang jalan protokol demi menjaga estetika kota. Sebagai alternatif, TPS ditempatkan lebih dekat ke kawasan permukiman dengan sistem kontainer khusus agar memudahkan proses pengangkutan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Ketua Komisi B DPRD Kota Jayapura, Yulia Rahman, menyebut berbagai informasi yang diperoleh akan menjadi dasar perbaikan sistem persampahan di daerahnya, termasuk dalam hal efisiensi retribusi.
“Kami mendapatkan informasi yang sangat bermanfaat, mulai dari manajemen sampah hingga struktur retribusi. Di Balikpapan retribusi berkisar Rp35 ribu, sedangkan di tempat kami mencapai Rp50 ribu. Ini akan kami evaluasi,” ujarnya.
Wakil Ketua III DPRD Kota Jayapura, Ferdinand Hanuebi, menambahkan pihaknya akan menerapkan pendekatan “ATM” atau Amati, Tiru, dan Modifikasi dengan menyesuaikan kondisi lokal di Jayapura.
Di sisi lain, Kepala DLH Kota Balikpapan, Sudirman, menyambut baik kunjungan tersebut sebagai bagian dari kolaborasi antar-daerah dalam meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan.
“Tentu ini bagian yang sangat baik. Kita pada dasarnya saling belajar. Apa yang belum ada di Balikpapan bisa kami tiru dari daerah lain, begitu pula sebaliknya. Hal-hal baik yang sudah berjalan di sini bisa dijadikan bahan berbagi untuk kemajuan bersama,” ucap Sudirman.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah di Balikpapan tidak hanya ditopang oleh infrastruktur, tetapi juga edukasi masyarakat sejak dini. Melalui mata pelajaran Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH), siswa dibekali kesadaran untuk menjaga kebersihan sebagai bagian dari gaya hidup.
Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama antar daerah serta mendorong penerapan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia.











