deadlinenews.co/, SENDAWAR – Warga di Tering Seberang, Kecamatan Tering, Kutai Barat, kembali dilanda banjir Sungai Mahakam yang telah merendam pemukiman selama empat hari terakhir. Bencana ini dipicu oleh tingginya curah hujan beberapa pekan terakhir serta kiriman air dari hulu Mahakam. Akibatnya, sekitar 200 kepala keluarga (KK) terdampak cukup parah dan terpaksa mengandalkan perahu ketinting untuk beraktivitas.
Dilansir dari RRI Kaltim, banjir di Tering Seberang membuat air menggenangi rumah warga dengan ketinggian mulai selutut hingga pinggang orang dewasa. Genangan terparah terjadi di RT 01 hingga RT 04, dan akses darat menuju Pelabuhan Tering Seberang lumpuh total sepanjang dua kilometer karena jalan tertutup air.
Bhabinkamtibmas Polsek Long Iram, Brigpol Thalib, mengatakan kondisi banjir sempat meluas namun kini mulai berangsur surut.
“Sampai hari ini masih banjir, tapi sudah mulai surut,” ujarnya, Minggu (14/9/2025).
Meski demikian, aktivitas warga tetap terganggu. Banyak warga harus menyewa perahu ces untuk berangkat kerja, berdagang, hingga sekadar keluar rumah. “Mereka saat ini menggunakan perahu ces yang disewa untuk aktivitas. Jadi di area pelabuhan itu memang lumpuh total,” tambah Thalib.
Kesulitan juga dialami pelaku usaha kecil. Ardiyah, warga RT 01 yang sehari-hari berjualan gorengan di sekitar pelabuhan, mengaku warungnya sudah lima hari terendam banjir.
“Ya nggak bisa jualan, berdiam saja sudah,” ungkapnya.
Ia mengatakan, bantuan dari pemerintah kampung hanya berupa beras dua kilogram dan kopi, sementara bantuan dari pemerintah kabupaten belum kunjung datang. Kondisi ini membuat warga semakin kesulitan memenuhi kebutuhan pangan dan air bersih.
Tidak hanya itu, para pelajar juga terdampak. Aditya Aji Saputra, siswa SMA N 1 Linggang Bigung asal RT 04 Tering Seberang, harus berangkat lebih awal dan menyewa ketinting setiap hari untuk bisa sampai ke sekolah.
“Kami kalau dari rumah sewa ketinting. Pakaian juga pakai celana pendek dulu biar seragam sekolah nggak basah. Nanti sampai daratan yang kering baru ganti. Ya terganggu sih, sering terlambat,” ujarnya.
Selain waktu tempuh lebih lama, Aditya juga mengeluarkan biaya tambahan Rp15–20 ribu sekali jalan. Ia berharap pemerintah turun tangan agar banjir ini tidak terus mengganggu aktivitas belajar para siswa di Tering Seberang
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya

