deadlinenews.co/, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan dana bantuan pendidikan program Uang Kuliah Tunggal (UKT) GratisPol akan mulai dicairkan pada pertengahan November 2025. Program pendidikan gratis ini adalah unggulan Pemprov Kaltim untik mendukung mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN) dan swasta (PTS) di Kaltim.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kaltim, Dasmiah, menjelaskan keterlambatan pencairan terjadi karena anggaran program UKT GratisPol baru dimasukkan ke dalam Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Perubahan 2025.
“Dari awal kami sudah rapat tiga kali dengan PTN dan PTS. Karena pos anggarannya di perubahan, bukan di pergeseran, maka prosesnya baru bisa jalan setelah ABT selesai di-review oleh Kemendagri,” imbuh Dasmiah, Rabu (5/11/2025).
Dia menjelaskan review dan evaluasi ABT oleh Kementerian Dalam Negeri rampung pada akhir Oktober. Saat ini Pemprov tengah menyiapkan Surat Keputusan (SK) Gubernur sebagai dasar pengajuan pencairan. “Insyaallah minggu kedua November semua proses pencairan UKT bisa diselesaikan,” jelasnya.
Program UKT GratisPol tahun ini menelan anggaran Rp156 miliar, disalurkan kepada 33.600 mahasiswa dari 7 perguruan tinggi negeri dan 45 perguruan tinggi swasta di Kalltim. Penyerahan simbolis dijadwalkan berlangsung pada 10 November 2025.
Dasmiah juga meminta seluruh mahasiswa untuk memastikan diri terdaftar melalui tautan resmi GratisPol sebagai basis data penerima. “Verifikasi kami lakukan lewat sistem itu. Kalau mahasiswa tidak mendaftar, maka otomatis tidak masuk tahap pengumuman,” tegasnya.
Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, mengonfirmasi bahwa keterlambatan pencairan disebabkan dari proses administrasi di tingkat pusat. “Evaluasi ABT oleh Kemendagri baru rampung minggu lalu, jadi sekarang kami sudah bisa memproses pencairan,”ungkapnya.
Faisal menegaskan dengan selesainya evaluasi tersebut, dana bantuan pendidikan akan segera disalurkan ke kampus negeri dan swasta sebagai penerima. “Insyaallah minggu ini mulai cair. Kami mohon pengertian masyarakat dan mahasiswa atas keterlambatan ini,”pungkasnya. (msd)