deadlinenews.co/, SAMARINDA – Arus mudik Nataru Pelabuhan Samarinda pada periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026 terpantau masih berjalan normal. Hingga akhir Desember, mudik Nataru Pelabuhan Samarinda belum menunjukkan lonjakan penumpang yang signifikan, khususnya untuk rute tujuan Parepare, Sulawesi Selatan. Kondisi ini memberi ruang bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan dengan lebih nyaman dan tertib.
Dilansir dari RRI, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda mencatat arus mudik Nataru Pelabuhan Samarinda masih berada di bawah kapasitas maksimal kapal. Kepala Bidang Status Hukum dan Sertifikasi Kapal KSOP Kelas I Samarinda, Capt. M. Ridha Rengreng, menyebutkan bahwa sebagian besar armada belum terisi penuh.
Salah satu contoh pada arus mudik Nataru Pelabuhan Samarinda terlihat pada keberangkatan KM Prince Soya dengan rute Samarinda–Parepare. Kapal tersebut mengangkut sekitar 1.700 penumpang dari total kapasitas 1.800 orang. Angka ini menunjukkan bahwa mudik Nataru Pelabuhan Samarinda masih dalam kondisi terkendali.
Ridha juga menjelaskan bahwa berdasarkan pantauan pada Senin (22/12/2025) siang, jumlah penumpang di salah satu kapal lainnya baru mencapai sekitar 900 orang dari kapasitas 1.500 penumpang. Data ini diperoleh dari sistem e-ticket dan pengecekan langsung di terminal penumpang Pelabuhan Samarinda sebagai bagian dari pengawasan mudik Nataru Pelabuhan Samarinda.
Menurutnya, kondisi serupa diperkirakan masih akan terjadi pada jadwal keberangkatan berikutnya. Meski demikian, KSOP Kelas I Samarinda tetap mengantisipasi potensi lonjakan mudik Nataru Pelabuhan Samarinda dengan menyiapkan empat armada kapal, termasuk kapal Sabuk Nusantara yang melayani rute Samarinda–Palu.
Dalam pelaksanaan mudik Nataru Pelabuhan Samarinda, kapal-kapal yang dioperasikan merupakan kapal penumpang murni dan tidak mengangkut kendaraan roda empat. Hal ini dilakukan untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang selama perjalanan laut.
Terkait belum padatnya mudik Nataru Pelabuhan Samarinda tahun ini, Ridha menilai kondisi tersebut dipengaruhi oleh semakin banyaknya pilihan transportasi laut. Selain Pelabuhan Samarinda, masyarakat juga dapat memilih keberangkatan dari Pelabuhan Bontang dan Balikpapan dengan tujuan Parepare maupun Makassar.
“Bahkan ada yang ke Makassar. Jadi dari Balikpapan transit Parepare, baru ke Baubau. Karena banyak transportasi laut, akhirnya banyak pilihan saudara-saudara kita yang melaksanakan mudik Natal dan Tahun Baru 2025/2026,” jelasnya terkait dinamika mudik Nataru Pelabuhan Samarinda.
Dari sisi pengamanan, KSOP Kelas I Samarinda memastikan pengawasan mudik Nataru Pelabuhan Samarinda dilakukan secara intensif. Pengawasan ini melibatkan posko terpadu bersama Polri, TNI, Polsek KP3 Pelabuhan Samarinda, Kantor Kesehatan Pelabuhan, operator kapal, hingga asosiasi terkait.
Sementara itu, Ridha menegaskan bahwa harga tiket mudik Nataru Pelabuhan Samarinda masih sesuai ketentuan dan tidak mengalami kenaikan. Penjualan tiket dilakukan melalui sistem resmi, baik secara daring maupun melalui agen, dengan pengawasan ketat guna mencegah praktik penjualan di luar aturan.