deadlinenews.co/, BALIKPAPAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan mengimbau masyarakat di Provinsi Kalimantan Timur untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak puncak musim hujan yang diperkirakan terjadi sepanjang Januari. Sejumlah potensi bencana seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang diprediksi meningkat akibat hujan lebat yang dapat disertai angin kencang.
Dilansir dari Antara Kaltim, wilayah Kalimantan Timur saat ini masih berada dalam periode musim hujan. Bahkan, Januari disebut sebagai puncak musim hujan dengan intensitas curah hujan yang relatif tinggi di berbagai daerah.
“Berdasarkan analisis dan pemantauan data curah hujan, wilayah Kaltim masih berada dalam musim hujan. Bahkan pada Januari ini diprediksi menjadi puncak musim hujan,” ujar Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Carolina Meylita Sibarani.
Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Carolina Meylita Sibarani, menjelaskan bahwa kondisi geografis Kalimantan Timur turut memengaruhi pola cuaca yang terjadi. Wilayah pesisir di bagian timur seperti Balikpapan, Penajam Paser Utara, dan Kutai Kartanegara memiliki karakter cuaca yang berbeda dengan wilayah dataran tinggi di bagian barat seperti Kabupaten Mahakam Ulu.
Perbedaan topografi tersebut menyebabkan variasi suhu dan dinamika cuaca yang cukup signifikan. Selain itu, keberadaan Sungai Mahakam juga memberikan pengaruh terhadap pola hujan di Kalimantan Timur, sehingga potensi hujan lebat dapat terjadi secara tiba-tiba.
BMKG Balikpapan juga mengingatkan bahwa hujan dengan intensitas tinggi berpotensi disertai angin kencang serta kilat atau petir. Kondisi ini perlu diantisipasi oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya yang beraktivitas di luar ruangan.
Tidak hanya di wilayah daratan, BMKG turut mengimbau kewaspadaan bagi masyarakat pesisir dan nelayan. Angin kencang di perairan Kalimantan Timur berpotensi meningkatkan tinggi gelombang, yang dapat membahayakan aktivitas pelayaran dan penangkapan ikan.
Sepanjang Januari, sejumlah daerah di Kalimantan Timur seperti Kabupaten Mahakam Ulu, Kota Bontang, Balikpapan, Samarinda, Kabupaten Paser, Kutai Timur, Penajam Paser Utara, dan Kutai Kartanegara diminta untuk lebih waspada terhadap risiko banjir, tanah longsor, serta dampak lain akibat cuaca ekstrem.
BMKG juga mengapresiasi langkah sejumlah pemerintah daerah yang telah memasang rambu-rambu peringatan di lokasi rawan banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Upaya ini dinilai sebagai langkah mitigasi penting untuk mengurangi risiko korban dan kerugian akibat bencana.
“Dinamika cuaca dapat berganti secara tiba-tiba dan mempengaruhi aktivitas. Adanya topografi yang dimiliki oleh wilayah Kaltim, maka kami mohon memperhatikan info cuaca,” katanya.