deadlinenews.co/, SAMARINDA – Tim SAR Gabungan berhasil menemukan Wahyu (13), bocah yang hilang di Sungai Aliran Bendungan Benanga, Kota Samarinda, Kalimantan Timur saat berenang bersama lima rekannya pada Senin, 27 Oktober 2025. Sejak hari kejadian, tim SAR gabungan melakukan pencarian intensif di lokasi kejadian.
Pada hari kedua operasi, Selasa, 28 Oktober 2025 pukul 07.00 WITA, Tim SAR Gabungan melaksanakan briefing dan melanjutkan penyisiran sejauh 1,5 kilometer ke arah hilir dari lokasi kejadian. Sekitar pukul 13.35 WITA, tim berhasil menemukan jasad Wahyu sekitar 2 kilometer dari titik awal pencarian. Selanjutnya, pada pukul 13.45 WITA korban dievakuasi menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Sebelumnya, satu korban atas nama Ahmad Nur Rahman (L/12) warga Jalan Wanyi Bengkuring lebih dulu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD) pada pukul 17.45 WITA pada saat kejadian. Dengan demikian, tim SAR berhasi menuntaskan operasi pencarian terhadap kedua korban tenggelam.
Dalam pelaksanaan operasi, tim menggunakan sejumlah peralatan pendukung seperti rescue car, rubber boat, peralatan selam, serta perlengkapan SAR air, komunikasi, dan medis. Unsur yang terlibat terdiri dari Tim Rescue Pos SAR Samarinda, Satpolairud Resta Samarinda, BPBD Kota Samarinda, Relawan Samarinda, serta keluarga korban. Meskipun arus sungai yang deras menjadi faktor penghambat utama, koordinasi antarinstansi berjalan baik sehingga proses pencarian dapat diselesaikan dengan cepat dan aman.
Koordinator Pos SAR Samarinda Mardi Sianturi mengatakan setelah ditemukannya seluruh korban, pada pukul 15.00 WITA Tim SAR Gabungan melaksanakan debriefing bersama seluruh unsur terkait. “Berdasarkan hasil evaluasi, operasi SAR resmi diusulkan untuk ditutup dan kegiatan dilanjutkan dengan kesiapsiagaan,” tegas Mardi. (*/)