PPU  

BRIN Peringatkan Potensi Krisis Air di IKN, Otorita Tegaskan Pasokan Aman dari Bendungan Sepaku Semoi

deadlinenews.co/, PENAJAM – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengingatkan potensi krisis air IKN setelah hasil kajian menunjukkan ketersediaan air permukaan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) sangat rendah. Namun, Otorita IKN (OIKN) menegaskan pasokan air bersih telah terjamin berkat keberadaan Bendungan Sepaku Semoi dan penerapan konsep Sponge City.

Dilansir dari RRI Kaltim, Peneliti Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Laras Toersilowati, mengungkapkan bahwa hasil analisis berbasis artificial neural network dan citra satelit menunjukkan air permukaan di IKN hanya mencapai 0,51 persen. Sementara itu, air vegetasi tercatat 20,41 persen, dan area non-air mencapai 79,08 persen.

Melihat kondisi tersebut, Laras merekomendasikan sejumlah langkah mitigasi, seperti pembangunan hutan kota, embung, serta penerapan konsep sponge city untuk memperkuat cadangan air di kawasan IKN.

“Di IKN itu harus ada taman-taman kota, embung dengan konsep sponge city. Jadi memang masih banyak PR untuk membuat supaya bisa nyaman ditinggali di sana. Air masih sangat terbatas. Jadi air itu kalau enggak dikelola juga bisa jadi rebutan,” ujar Laras saat menyampaikan hasil kajian melalui kanal YouTube BRIN, Kamis (23/10/2025).

Menanggapi hal tersebut, Deputi Bidang Sarana dan Prasarana OIKN, Danis Hidayat Sumadilaga, menegaskan bahwa pasokan air bersih untuk wilayah IKN sudah disuplai dari Bendungan Sepaku Semoi yang berkapasitas 16 juta meter kubik. Bahkan, bendungan tersebut juga menyuplai air ke Kota Balikpapan.

Menurut Danis, kapasitas penyediaan air di IKN saat ini mampu memenuhi kebutuhan hingga 150 liter per orang per hari, dengan kualitas air yang layak minum dan diuji rutin setiap enam bulan oleh lembaga independen.

“Kemudian juga dari Intake Sepaku ini menjadi sumber air minum untuk IKN. Dan ini sudah kita lakukan, dari air baku ini kita proses melalui instalasi pengolahan air minum. Sudah kita buat kapasitas 300 liter per detik dan dialirkan dengan pipa sepanjang hampir 16 km. Di sana kita simpan air sekitar 12.000 meter kubik dalam bentuk air siap minum,” jelas Danis.

Ia juga memastikan bahwa tidak ada persoalan baik dari sisi kuantitas maupun kualitas air di IKN. “Sudah layak minum, tidak ada isu (krisis air) baik secara kuantitas maupun secara kualitas,” tegasnya.

Lebih lanjut, Danis menambahkan bahwa OIKN telah membangun puluhan embung sebagai bagian dari penerapan konsep Sponge City untuk memastikan keberlanjutan pasokan air di masa depan. Dengan dukungan infrastruktur air bersih dan strategi ekologis tersebut, pemerintah optimistis Ibu Kota Nusantara siap berfungsi sebagai pusat pemerintahan pada tahun 2028.

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya