deadlinenews.co/, TENGGARONG – Meskipun mendapatkan angin segar dari Bupati Kukar Aulia Rahman Basri terkait jaminan pembayaran utang proyek yang sudah selesai dikerjakan, Forum Kontraktor Kukar (FKK) tetap was-was.
“Kami respon positif komitmen Bupati Kukar yang tidak ingin ada utang proyek di akhir tahun ini. Namun, belum mendetail,” ucap Ketua FKK Andi Husri, Rabu 24 Desember 2025.
Bagi kontraktor Kukar, tambah Andi, tunda bayar sudah jadi langganan. Hampir tiap tahun. Mulai 2022, 2023, 2024, kembali terjadi pada 2025. “Penyebabnya sama, kurang transfer dari pemerintah pusat ke kas Kukar,” ucapnya.
Ide Bupati Aulia mengaajukan pinjaman dana ke Bankaltimtara guna pembayaran utang proyek yang sudah 100 persen menjadi hal yang baru. Namun, diharapkan pembayaran cair paling lambat Januari 2026. “Perkiraan kami waktunya bisa panjang karena ada proses birokrasi yang harus dilalui. Kami berharap cepat pembayaran, jangan sampai melewati Januari,” keluhnya.
Andi menawarkan ada Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Pemkab dan DPRD Kukar guna mencari solusi terbaik. FKK sudah menghitung, angka utang di kisaran Rp 400 miliar. “Kontraktor juga harus menjaga hubungan yang baik dengan pekerja dan supplier material,” tegasnya.
Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani turut prihatin atas lambatnya transfer hak Kukar dari pemerintah pusat. Akibatnya, kontraktor yang sudah mengerjakan kegiatan proyek 100 persen belum bisa dibayar Pemkab. “Mudah-mudahan dalam pekan ini juga sudah ada transfer dana dari pusat,” jelasnya.
Pemkab dan DPRD Kukar akan berkomunikasi dengan pemerintah pusat agar melakukan percepatan transfer ke daerah. Bukan hanya kegiatan proyek yang terutang, kegiatan operasional dan rutin juga masih ada yang belum terbayarkan. “Lambatnya transfer ke daerah memberikan dampak yang besar, perekonomian lambat di masyarakat,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Bupati Kukar akan mengajukan peminjaman dana ke Bankaltimtara untuk membayar kegiatan proyek yang sudah diselesaikan pihak kontraktor. “Kami mengambil cara ngajukan pinjaman ke Bankaltimtara, jika pusat terlambat transfer ke Kukar,” jelasnya.(Andri)




