deadlinenews.co/, TENGGARONG – Tidak ada kejelasan berangkat ke tanah suci, calon jamaah salah satu biro jasa umrah di Tenggarong memviralkan oknum pengusaha pemilik travel bernama Ulfah karena merasa dirugikan secara finansial.
”Iya, kami merasa dirugikan karena tidak jelas berangkatnya kapan,” sebut salah satu keluarga calon jamaah, Jumaidi Nur, Senin 8 Desember 2025.
Jumaidi menuturkan, istrinya direncanakan berangkat pada Januari 2026 nanti. Namun, sejak dua pekan terakhir, jadwal keberangkatan semakin tidak jelas. ”Terakhir bertemu dengan Ulfah, yang bersangkutan hanya bilang untuk bersabar. Setelah itu, nomor Ponsel yang bersangkutan sudah nonaktif, susah dihubungi,” terangnya.
Jumaidi menambahkan dirinya mempercayakan memilih travel umrah yang berkantor di Jalan Sangkulirang 1, Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong itu karena selama dua tahun ini pemberangkatan jamaah aman dan lancar. Bahkan, dirinya pernah berumrah pada Januari 2025 dan istrinya berangkat pada 2024 lalu. ”kami cuma minta kejelasan dulu, kapan istri dan rombongan bisa berangkat umrah lagi, sudah dibayar secara tunai,” jelasnya.
Sejumlah calon jamaah umrah yang masih satu kelompok dengan istri Jumaidi turut resah. Ulfah diduga telah melarikan diri membawa uang miliaran rupiah. ”Satu grup istri saya ada tujuh orang,” keluhnya.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kukar, Nor Jali memastikan, kasus dugaan penipuan calon jamaah umrah ini sudah dia ketahui sejak tiga minggu yang lalu. Ulfah mengatasnamakan perusahaan PT Alhusna Era Nusantara. ”Perusahaan tersebut tidak terdaftar di lembaga kami. Berkantor pusat kalau tidak salah di Sangata, Kutai Timur,” ucap Nor Jali.
Awal terendusnya adanya dugaan penipuan berdasarkan laporan Komisaris PT Alhusna Era Nusantara asal Sangatta yang merasa dirugikan. Baru menyusul laporan calon jamaah yang merasa ditipu.
Berapa nilai kerugian material yang dilakukan Ulfah terhadap calon jamaah, Norjali tidak mengetahui secara pasti. ”Yang saya dengar infonya, kerugian jamaah mencapai Rp 5-7 miliar,” jelasnya.
Kenapa yang bersangkutan pernah berhasil memberangkatkan jamaah beberapa tahun terakhir? Norjali memastikan, sebelumnya Ulfah sebagai agensi keberangkatan umrah dari perusahaan travel. ”Menitipkan calon jamaah ke beberapa travel itu diperbolehkan dan biasa saja. Sejak yang bersangkutan mendirikan perusahaan sendiri, sudah mulai muncul kasus gagal berangkat,” ucapnya.
Kantor Kementerian Haji Umroh turut mencari keberadaan Ulfah karena banyak laporan dari jamaah. Bahkan, kasus ini sudah masuk ke kepolisian. ”Saya sudah mendapatkan laporan dari polisi sekitar dua minggu yang lalu,” pungkasnya. (Andri)