deadlinenews.co/, SAMARINDA – Tim SAR gabungan dari Basarnas Balikpapan dan berbagai unsur SAR kembali mengevakuasi tambahan tiga korban dalam operasi penyelamatan insiden tenggelamnya kapal feri di Perairan Ujoh Halang, Kabupaten Kutai Barat pada Rabu 12 November 2025. Dengan demikian, total ada tujuh korban jiwa yang telah ditemukan tim SAR pada hari ini.
Diketahui, kapal yang mengangkut sebanyak 28 orang penumpang tersebut mengalami kecelakaan di perairan Sungai Mahakam pada Senin 10 November 2025 pukul 21.00 WITA. Dari total penumpang terdapat 20 orang selamat.
Pada hari kedua operasi, Rabu 12 November, tim SAR gabungan melaksanakan briefing pukul 07.00 WITA sebelum bergerak ke lokasi pencarian. Proses pencarian melibatkan penyisiran permukaan air, observasi di sekitar lokasi kapal tenggelam, serta penyelaman oleh tim khusus yang terdiri dari personel Basarnas dan Brimob Pas Pelopor 2.
Empat korban ditemukan lebih dulu. Sekitar pukul 06.00 WITA, tim SAR berhasil mengevakuasi korban pertama, laki-laki bernama Marselus Bouk alias Cello (24 Tahun) pada jarak 3,69 Km dari Lokasi Kejadian Peristiwa (LKP). Kemudian pada pukul 06.50 WITA, ditemukan jasad laki-laki dengan identitas Anci Anwar (50 Tahun) pada jarak 5,4 Km dari LKP. Jasad keduanya dievakuasi ke RSUD Harapan Insan Sendawar, Barong Tongkok untuk proses identifikasi dan penyerahan kepada keluarga.
Selanjutnya, pukul 08.20 WITA, tim SAR kembali berhasil menemukan korban ketiga, Dedi (47 Tahun) sekitar 13,2 Km dari LKP awal. Pada pukul 08.50 WITA jasad korban yang teridentifikasi sebagai Yanto (41 Tahun) kembali ditemukan dan dievakuasi tim SAR gabungan.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Balikpapan, Endrow Sasmita, S.E., M.M., menyampaikan penemuan empat korban tersebut disusul penemuan jasad korban lain masing-masing Ilham (27), Asmanu/Bogel (55), dan Ira (24) di lokasi yang berbeda dengan jarak antara 100 meter hingga 13 kilometer dari lokasi kejadian. “Total sudah tujuh korban yang ditemukan dalam operasi hari ini,” kata Endrow, Rabu 12 November 2025.
“Upaya penyelaman untuk meninjau badan kapal sempat dilakukan pada pukul 15.00 WITA. Namun, kegiatan tersebut dihentikan karena kondisi arus yang sangat deras sehingga membahayakan penyelam,” tambah Endrow.
Meskipun demikian, Tim SAR Gabungan tetap melanjutkan operasi dengan metode penyisiran di permukaan sungai hingga menjelang sore. Pukul 17.30 Wita, tim melaksanakan debriefing hasil operasi di Posko SAR Pelabuhan Ferry Muara Leban dengan hasil 7 korban ditemukan meninggal dunia dan 1 korban masih dalam pencarian.
Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tim Rescue Kantor SAR Balikpapan, Polres Kutai Barat, Brimob Kompi 2, Polairud Res Kutai Barat, BPBD Provinsi Kaltim dan Kutai Barat, Dinas Perhubungan, TNI, tenaga medis, serta masyarakat setempat. Berbagai alut digunakan dalam operasi ini, seperti rubber boat, speedboat, drone thermal, dan peralatan selam.
Meskipun terkendala arus deras dan kondisi cuaca berawan, seluruh unsur SAR tetap berkomitmen melanjutkan pencarian hingga seluruh korban ditemukan. “Kami bersama seluruh unsur gabungan akan terus berupaya maksimal untuk menemukan satu korban yang masih hilang. Kendala arus deras tidak akan menghentikan semangat tim di lapangan,” pungkas Endrow. (*/ama)
