‎Desa Ponoragan Pernah Temukan 4 Kasus Anak Kurang Gizi

deadlinenews.co/, TENGGARONG – Pada tahun 2024, ditemukan kasus anak mengalami kurang gizi di Desa Ponoragan, Kecamatan Loa Kulu. Dengan berbagai upaya yang dilakukan, kini sudah tidak ditemukan lagi kasus kurang gizi.

‎”Di wilayah kami, tidak ditemukan kasus stunting anak. Kalau kurang gizi, tahun lalu ditemukan empat kasus saja,” ucap Kades Ponoragan, Sarmin, dua hari yang lalu.

‎Penyebab anak kurang gizi, ungkap Sarmin, bukan karena faktor perekonomian keluarga. Namun, akibat kelemahan pada pola asuh orang tua saja. ‎”Karena kedua orang tuanya sibuk bekerja, jadi asupan gizi anaknya tidak berimbang,” ucapnya.

‎Penanganan yang dilakukan Pemdes bekerja sama dengan Rumah Anak Sigap (RAS) mitra kerja Pemkab Kukar dari Tanoto Foundation. Jadi orang tua diberikan arahan dan bimbingan terkait pola asuh anak yang baik dan benar.
‎‎Secara perekonomian masyarakat Ponoragan dibilang cukup. Desa yang berbatasan dengan Loa Kulu Kota ini punya sentra pembibitan ikan air tawar.

‎”Bibit ikan dikirim ke beberapa daerah, Samarinda, Balikpapan, Bontang, Kutai Barat, Mahakam Ulu serta pengiriman bibit ke provinsi Kalimantan Utara,” jelasnya.

‎Pusat pembibitan ikan ada tiga jenis yaitu mas, nila dan lele. Dalam setahun bibit  yang keluar bisa tembus 25 juta ekor, belum lagi pasokan bibit untuk Kukar. ‎”Harga jual bibit ikan yang ukuran kecil Rp 200,- yang menjual bibit ikan dari berbagai kelompok pembudidaya, hingga usaha perorangan,” ucapnya.

‎Ponoragan hanya konsen pada usaha pembibitan ikan karena kondisi wilayah yang daratannya lebih luas. ‎”Yang pas itu pengembangan ikan di desa yang dekat dengan Sungai Mahakam,” pungkasnya.(Andri)

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya

Exit mobile version