deadlinenews.co/, TENGGARONG – Wajah baru menghiasa bursa calon Rektor Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta). Dia adalah Ansahar, doktor lulusan IPB dengan konsentrasi lingkungan. Pria ini mantap maju mengikuti tahapan pencalonan Rektor Kampus Ungu, julukan Unikarta.
”Saya sudah ambil formulir dan mendaftar sebagai calon Rektor Unikarta,” sebut Ansahar, Jumat 14 November 2025.
Ansahar mengaku bahwa dirinya maju dalam pencalonan Rektor karena sudah sekian lama mengabdi sebagai dosen di Fakultas Teknik Geologi Pertambangan. ”Bagian dari panggilan hati nurani untuk mengabdi lebih luas lagi,” ujarnya.
Dia juga ingin menciptakan nuansa demokrasi sehat di dunia akademik. Sebab, setiap civitas akademik Unikarta yang memenuhi syarat, berhak mencalonkan diri sebagai pimpinan kampus.
”Ini bukan proses menuju menang kalah, tapi bagian dari kompetisi dengan proses yang adil dan transparan,” tambahnya.
Bagi Ansahar, Unikarta adalah rumahnya tempat belajar, mengajar, meneliti dan membimbing mahasiswa, sebagai bagian bentuk pengabdian. Konsep yang dibawa Ansahar melalui visi menuju Unikarta yang Unggul, Mandiri, Inovatif, dan berpihak kepada mahasiswa.
Dia mengusung misi Pentas Transformasi Integral dengan lima pilar strategis sebagai mesin perubahan kelembagaan, pelaksanaan tri darma perguruan tinggi sebagai poros perubahan mesin penggerak akademik dan poros utama perubahan.
”Sesuai dengan Pola Ilmiah Pokok (PIK) Unikarta pasal 28 ayat 4, pembelajaran dan kemandirian melalui tri dharma perguruan tinggi menuju masyarakat berketerampilan, berilmu pengetahuan dan berbudi luhur,” jelasnya.
Tugas Rektor, kata dia, memastikan setiap mata kuliah, riset dan pengabdian tidak hanya memenuhi standar formal. Namun, berkontribusi nyata terhadap pengetahuan, teknologi bagi pembangunan daerah. “Intinya mereformasi kurikulum,” katanya.
Pilar lainnya, penguatan Badan Penjaminan Mutu(BPM) sebagai mesin jaminan kualitas akademik. “Jika saya terpilih akan mentransformasi BPM, menjadi mesin penjamin mutu independen,pro aktif dan berbasis data. “BPM tidak hanya aktif pada moment akreditasi saja, tapi lakukan pengawasan aktif penjamin mutu pendidikan,” sebutnya.
Bukan hanya itu. Penguatan juga akan dilakukan di Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) agar fokus pada riset yang diarahkan pada isu-isu strategis lokal yang relevan, potensi daerah seperti pengelolaan SDA berkelanjutan.
Kemudian pilar kampus kewirausahaan sebagai bagian dari ekosistem ketahanan dan kemandirian ekonomi kampus. Misi ini mewujudkan pengembangan karir dan kewirausahaan hingga membentuk badan usaha bisnis yang profesional dan kolaboratif.
Pilar terakhir, tambah Ansahar, adalah pelayanan mutu prima bagi mahasiswa Unikarta. Ada 10 hak mahasiswa yang harus dipenuhi oleh Universitas. Di antaranya penyelesaian kuliah tepat waktu, info hasil akademik, bebas akademik dan berorganisasi.
”Saya optimis Unikarta menjadi kampus kuat, mandiri, inovasi, bukan hanya ranah lokal tapi global, menuju kampus berdaya saing unggul dan berintegritas,” pungkasnya.
Saat ini, ada dua pendaftar calon Rektor Unikarta, yaitu Prof Dr Ince Raden yang akan berakhir masa jabatannya dan Ansahar. Tahapan pengembalian formulir pendaftaran calon Rektor pada 14-15 November 2025. (Andri)