deadlinenews.co/, TENGGARONG – Rencana Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kukar yang ingin membangun jembatan Kukar II yang ada di Kota Tenggarong menuai polemik. Rektor Unikarta Prof Ince Raden menyarankan rencana tersebut ditunda dulu.
”Justru lebih bagus, lanjutkan saja pembangunan Jembatan Loa Kulu,” sebut Ince, Selasa 11 November 2025.
Guru Besar Unikarta tersebut mengatakan pembangunan jembatan Loa Kulu patut dilanjutkan. Alasannya, jembatan tersebut sudah direncanakan sejak lama, dari era Bupati Rita Widyasari.
”Studi kelayakannya juga sudah ada, berlokasi di Desa Loa Kulu Kota,” sebutnya.
Jembatan Loa Kulu, tambah Ince, justru sangat strategis karena terkoneksi dengan Desa Jongkang yang merupakan jalan pendekat menuju Karang Paci Samarinda. Jalan Jongkang juga sudah punya dua jalur lebar. ”Jembatan tersebut juga menjadi pendekat ke Ibu Kota Nusantara(IKN) melalui Loa Kulu, khusus Jonggon-Sepaku,” jelasnya.
Jika alasan DPU membangun jembatan Kukar II sebagai alternatif ketika melakukan perawatan Jembatan Kukar agar meminimalisir kemacetan yang banyak diprotes masyarakat, Ince menyebut jarak ke lokasi Jembatan Loa Kulu juga tidak terlalu jauh.
”Tergantung Pemkab Kukar, bisa saja lakukan review lagi rencana pembangunan Jembatan Loa Kulu, siapa tahu sudah tidak sesuai dengan tata ruang kota Tenggarong,” jelasnya.
Sumber dari Bappeda Kaltim menyebut, jembatan Loa Kulu memperlancar akses ke Kota Tenggarong dengan tipe jembatan cable-stoyed dengan bentang 250 meter, panjang 1.070 meter, rencana pembangunan menghabiskan biaya sekitar Rp 750 miliar.
Warga Kukar bernama Shani mendukung saran Rektor Ince Raden. “Jembatan Loa Kulu-Jongkang itu bisa tembus Samarinda dan tembus ke IKN,” ungkapnya.
Ada juga warga yang mendukung rencana Dinas PU membangun jembatan Kukar II.
”Yang pas lokasi jembatan Kukar II itu di Mangkurawang menhubungkan Loa Raya-Loa Pari,” sebut warga lainnya.
Diberitakan sebelumnya, Kabid Bina Marga Dinas PU Kukar, Linda Juniarto menyebut, Pemkab berencana membangun Jembatan Kukar II seperti jembatan Kukar yang menghubungkan Tenggarong-Tenggarong Seberang.
Terkait lokasinya, Linda menyebut belum mengetahui. DPU Kukar masih membuat feasibility study (FS) atau studi kelayakan. ”FS kita rencanakan dibuat tahun depan, nanti baru bisa diketahui lokasi yang layak dimana,” sebutnya.(Andri)