deadlinenews.co/, TENGGARONG – Untuk meningkatkan tata kelola aset sekolah tingkat SMA , Kasi SMA Disdikbud Kaltim Cabang III Wilayah Kukar, Fadli Yulizannur, menciptakan E-Sarana prasarana(E-Sarpras) dan Sekolah Asuh Sarpras (SAS) berbasis aplikasi.
“Target saya, launching aplikasi E-Sarpras dan SAS dalam bulan ini juga,” sebut Fadli, usai sosialisasi aplikasi, Senin 11 Agustus 2025.
Aplikasi E-Sarpras dan SAS bagian dari aksi perubahan yang dibawa Fadli dari Diklat PKP BKPSDM Kaltim ke 23 dari Juni-Agustus 2025. Dia menyebut, E-Sarpras adalah sistem inventaris digital dirancang membantu sekolah dalam pendataan, pemantauan dan pengelolaan aset sekolah.
“Sedangkan SAS adalah program kolaborasi antar sekolah, dimana sekolah maju dengan Sapras baik, membina membimbing dan membantu sekolah lain yang memiliki keterbatasan,” jelasnya.
Aplikasi ini sebagai data base aset sekolah berdasarkan fakta-fakta di lapangan. Ini karena masih ditemukan pendataan yang tidak sinkron sesuai kebutuhan di lapangan. Datanya akan lengkap seperti tanggal dan tahun pembelian, sumber pembiayaan dan lainnya. Semua akan tersaji di E-Sarpras.
“Manfaatnya, bisa miliki Rencana strategis (Renstra) untuk dua atau tiga tahun kedepan, aset mana yang masuk kategori perlu revitalisasi ringan sedang atau berat karena pencatatan aset saat ini bersifat manual saja,” sebutnya.
Jika data sudah lengkap diisi, maka sekolah punya rencana pengembangan bangunan sekolah. Jadi bisa menjadi rekomendasi ke Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat(PUPR) Kaltim.
“Mulai tahun ini, Disdikbud sodorkan perencanaan sedangkan pelaksana pembangunan langsung oleh PUPR,” ujarnya.
Adapun SAS, program kolaborasi antarsekolah. Sekolah maju yang miliki kelebihan mebeler bisa dihibahkan ke sekolah swasta yang membutuhkan sarana tersebut.
Manfaat secara internal:
- Meningkatkan efektifitas pengelolaan sekolah,
- Meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
- Mendorong budaya kerja kolaboratif.
- Meningkatkan kapasitas dan kompetensi manajerial sekolah
- Meningkatkan akuntabilitas dan transparansi Internal.
“Manfaat eksternal, kepercayaan masyarakat terhadap sekolah. Mendorong partisipasi pemangku kepentingan, meningkatkan kesetaraan akses terhadap pendidikan berkualitas,” pungkasnya.(Andri)
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya




