Kaltim  

Empat Daerah Kaltim Alami Kenaikan Kuota Haji 2026

deadlinenews.co/, SAMARINDA – Sebanyak empat kabupaten dan kota di Kalimantan Timur tercatat mengalami kenaikan kuota jamaah haji pada musim haji 2026. Kenaikan kuota haji Kaltim 2026 ini terjadi di Kota Samarinda, Kota Balikpapan, Kabupaten Paser, dan Kabupaten Berau.

Dilansir dari RRI Kaltim, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kementerian Agama Kalimantan Timur, Mukhlis Hasan, menjelaskan bahwa peningkatan kuota haji Kaltim 2026 dipengaruhi oleh jumlah pendaftar yang masuk dalam daftar tunggu atau waiting list nasional.

Menurut Mukhlis, daerah dengan jumlah pendaftar tinggi akan memperoleh alokasi kuota yang lebih besar. Kondisi inilah yang membuat empat daerah di Kalimantan Timur mengalami kenaikan kuota haji Kaltim 2026 secara cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data resmi, Kota Samarinda menjadi daerah dengan alokasi tertinggi dalam kuota haji Kaltim 2026. Samarinda memperoleh jatah 1.029 jamaah reguler serta tambahan 42 jamaah lansia. Angka ini menempatkan Samarinda sebagai daerah dengan jumlah keberangkatan terbanyak di Kalimantan Timur.

Sementara itu, Kota Balikpapan juga mencatat peningkatan kuota haji Kaltim 2026 menjadi 694 jamaah. Jumlah ini naik dibandingkan tahun sebelumnya dan menunjukkan tingginya minat masyarakat Balikpapan untuk menunaikan ibadah haji.

Kabupaten Paser turut mengalami lonjakan kuota haji Kaltim 2026 yang cukup besar. Pada musim haji 2026, Paser mendapatkan alokasi 590 jamaah, meningkat tajam dibandingkan kuota tahun 2025. Peningkatan ini mencerminkan pertumbuhan jumlah pendaftar haji di wilayah tersebut.

Kenaikan kuota haji Kaltim 2026 juga terjadi di Kabupaten Berau. Daerah ini memperoleh alokasi sebanyak 215 jamaah pada tahun 2026, lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya. Hal ini menandakan adanya peningkatan minat masyarakat Berau untuk mendaftar haji lebih awal.

Di sisi lain, tidak semua daerah di Kalimantan Timur mengalami kenaikan kuota. Kabupaten Kutai Barat justru tercatat hanya memperoleh alokasi tujuh jamaah pada kuota haji Kaltim 2026. Angka ini mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan kuota juga terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara serta Kota Bontang. Namun demikian, pihak Kementerian Agama menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan disebabkan oleh pengurangan jatah secara sepihak, melainkan murni akibat sistem penarikan waiting list nasional.

Mukhlis menambahkan bahwa sistem kuota haji Kaltim 2026 mengikuti mekanisme nasional. Ketika jumlah pendaftar di suatu daerah sedikit pada periode tertentu, maka alokasi kuota yang diterima di tahun berikutnya juga akan menyesuaikan.

Dengan adanya dinamika kuota haji Kaltim 2026 ini, Kementerian Agama berharap pemerintah daerah dapat lebih aktif mendorong masyarakat yang memenuhi syarat untuk segera mendaftar haji. Pendaftaran lebih awal dinilai menjadi kunci agar peluang keberangkatan di masa mendatang semakin terbuka.

“Ini murni karena sistem. Ketika daftar tunggunya sedikit, maka kuotanya ikut menyesuaikan. Sistem ini berlaku nasional dan sama untuk semua daerah,” katanya.

 


Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp deadlinenews.co/

Gabung

Exit mobile version