deadlinenews.co/, TENGGARONG – Dinas Sosial (Dinsos) Kukar mulai was-was karena dana untuk rehabilitasi sosial (Rehsos) yang tersedia sudah mulai menipis. ”Dana Rehsos yang kita miliki sudah tinggal sedikit,” ucap Kabid Rehsos Dinsos Kukar, Sunarko, Senin 9 September 2025.
Sunarko menyebut dana Rehsos yang dianggarkan tahun ini Rp 200 juta. Dana rehsos dipergunakan untuk pemulangan pekerja migran dan perdagangan orang, serta penanganan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) skala ringan sedang dan berat. ”Sampai saat ini, yang kita tangani sekitar 40 orang,” ucapnya.
Sunarko mengatakan, jika memulangkan pekerja migran atau korban perdagangan orang ke tempat asalnya, maka harus mempertimbangkan daerah tujuan dan jenis transportasi. Apakah harus memakai mobil, kapal laut atau pesawat. Belum lagi tenaga pendamping dari Kukar yang harus dibiayai. ”Kalau hanya ke Pare-pare cukup pakai kapal laut saja,” ucapnya.
Kasus yang dominan menurut data adalah pekerja perkebunan kelapa sawit yang tidak diupah oleh mandor atau penyalurnya. Sekian lama bekerja, akhirnya korban bingung dan melarikan diri dari tempat bekerja. Malahan ada yang pekerja sampai stres berat. ”Pekerja kebun yang tidak dibayar upahnya, rata-rata dari Indonesia bagian timur,” ujarnya.
Dinsos juga sedang merencanakan akan memulangkan mantan Napi asal Sumatera Utara yang sudah selesaikan masa tahanan di Lapas Tenggarong. ”Jika tidak dipulangkan ke daerah asalnya, khawatir mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat Kukar,” sebutnya lagi.
Di tengah dana Rehsos yang mulai menipis, lanjut dia, terkadang pihaknya mendapatkan bantuan dari Dinsos Kaltim. Apakah akan meminta tambahan dana Rehsos ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di APBD P2025? ”Kecil kemungkinan tersedia dana tambahan karena daerah juga sedang alami defisit anggaran, efisiensi pasti dilakukan,” jelasnya.(Andri)
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya




