deadlinenews.co/, TENGGARONG – Pembentukan Koperasi Merah Putih di Kukar sampai saat ini belum maksimal karena masih menunggu aturan dan bantuan dana dari pemerintah pusat. Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa(DPMD) Kukar, Arianto.
“Gerak Koperasi Kelurahan Desa Merah Putih belum berjalan masif,” tegas Arianto, kemarin.
Mantan Camat Muara Wis ini menambahkan, selama masih menunggu bantuan dana dari pusat, pihaknya mengarahkan apa yang bisa dilakukan oleh pengurus koperasi. “Usaha apa yang bisa dilakukan walaupun kecil, jalankan saja. Asal tidak menyalahi regulasi yang ada,” ucapnya.
Apakah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bisa memberikan modal kepada koperasi merah putih? Arianto memastikan tidak bisa. “BUMDes untuk menaikkan Pendapatan Asli Desa (PADes), sedangkan Koperasi untuk keuntungan anggotanya,” jelasnya.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri berpesan agar pengurus hati-hati menjalankan bisnis. Koperasi jangan menjadi saingan bisnis masyarakat. “Koperasi itu pendorong dan penggerak ekonomi masyarakat. Jangan mematikan usaha masyarakat yang sudah ada,” ucapnya.
Bupati Aulia menyebut prospek koperasi merah putih untuk menjalankan bisnis pertanian di Kukar. Selain kebutuhan produk masih menjadi yang utama bagi masyarakat Kaltim.
“Ibu Kota Nusantara (IKN) Kaltim butuh pangan dalam jumlah yang besar, ini bisa koperasi sambut dengan baik ambil peluang bisnis pangannya,” sarannya.(Andri)
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya