Jelang Operasional Insinerator, Pemkot Samarinda Matangkan Perlengkapan K3

deadlinenews.co/, SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda terus mematangkan persiapan operasional insinerator Samarinda sebagai bagian dari upaya penguatan sistem pengelolaan sampah Samarinda. Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik dan mesin, kesiapan sumber daya manusia serta aspek keselamatan kerja juga menjadi perhatian utama agar insinerator Samarinda dapat beroperasi optimal.

Dilansir dari rri.co.id, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda, Suwarso, menyampaikan bahwa kebutuhan awal operator insinerator pada dasarnya telah terpenuhi. Meski demikian, seluruh calon petugas tetap wajib mengikuti tahapan seleksi resmi sesuai ketentuan.

“Kalau daftar dari teman-teman sudah tercukupi, tapi tetap harus melalui proses seleksi,” ujar Suwarso.

Ia menjelaskan, sejumlah lokasi insinerator Samarinda yang lebih dulu memasuki tahap uji coba, seperti Air Hitam, Pelabuhan, dan Bukit Pinang, saat ini telah memiliki tim lengkap. Di lokasi tersebut sudah tersedia kepala kerja, operator insinerator, hingga petugas keamanan yang siap mendukung pengoperasian unit.

Sementara itu, untuk titik insinerator Samarinda lainnya, proses seleksi sumber daya manusia masih terus berjalan. Rekrutmen dilakukan secara bertahap sembari menunggu proses perakitan unit dan tahapan uji coba selesai dilakukan.

Selain kesiapan SDM, Suwarso menegaskan bahwa aspek keselamatan kerja menjadi fokus penting dalam pengoperasian insinerator Samarinda. Saat ini, setiap unit baru dilengkapi satu set pakaian pelindung bagi pekerja.

Padahal, aktivitas di sekitar insinerator Samarinda dilakukan dalam kondisi suhu tinggi yang berisiko bagi keselamatan petugas. “Pak Wali juga menyampaikan idealnya pakai pakaian yang tahan terhadap suhu panas,” katanya.

Untuk itu, Pemerintah Kota Samarinda berencana mengusulkan penambahan perlengkapan keselamatan kerja secara bertahap. Langkah ini dinilai penting agar para operator insinerator dapat bekerja dengan aman dan nyaman dalam jangka panjang.

Menurut Suwarso, perlindungan pekerja merupakan bagian tak terpisahkan dari keberlanjutan pengelolaan sampah Samarinda berbasis teknologi. “Ini penting untuk perlindungan kepada pekerja,” ucapnya.

Dengan kesiapan sumber daya manusia, dukungan sistem keselamatan yang memadai, serta progres pembangunan insinerator, Pemkot Samarinda optimistis insinerator Samarinda dapat segera beroperasi secara optimal dan menjadi solusi pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.

 


Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp deadlinenews.co/

Gabung

Exit mobile version