Kaltim  

Kaltim Bidik Investasi Rp122 Juta Dolar untuk Ubah 277 Ribu Ton Sampah Jadi Energi Terbarukan

deadlinenews.co/, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menargetkan investasi besar di sektor pengelolaan sampah, energi terbarukan, investasi hijau, PLTSa Balikpapan, dan DPMPTSP Kaltim. Langkah ini dilakukan untuk mengelola sekitar 277 ribu ton sampah yang belum tertangani setiap tahun, sekaligus mengubahnya menjadi sumber energi baru terbarukan.

Dilansir dari Antara Kaltim, Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Madya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim, Riawati, mengatakan pemerintah provinsi sangat serius mendorong investasi pada sektor pengelolaan sampah berbasis waste-to-energy (WtE). Upaya ini dinilai sebagai solusi strategis untuk menekan timbulan sampah sekaligus mendukung bauran energi hijau daerah.

“Pemerintah provinsi sangat serius mendorong investasi pada sektor pengelolaan sampah, khususnya yang berorientasi waste-to-energy, sebagai solusi strategis mengatasi timbulan sampah sekaligus mendukung bauran energi baru terbarukan,” ujar Riawati di Samarinda, Minggu (5/10).

Menurut data Neraca Pengelolaan Sampah Kaltim 2024, volume sampah tidak terkelola mencapai 277.343,54 ton per tahun, atau sekitar 44,27 persen dari total timbulan sampah tahunan sebesar 626.452,54 ton. Dari jumlah tersebut, 347.410 ton berhasil ditangani, namun hanya 146 ton per tahun yang dimanfaatkan sebagai bahan energi baru terbarukan.

“Jumlah tersebut sangat kecil dibandingkan sampah yang terolah menjadi bahan baku yakni 101.474 ton per tahun,” kata Riawati.

Ia menambahkan, proyeksi timbulan sampah harian di Kaltim pada 2025 diperkirakan mencapai 2.987 ton per hari dengan total populasi mencapai 4,26 juta jiwa. Kondisi ini memperkuat urgensi kehadiran investasi di sektor waste-to-energy agar pengelolaan sampah lebih efisien dan berkelanjutan.

Dari sisi ekonomi, dorongan terhadap investasi hijau ini sejalan dengan capaian realisasi investasi Kaltim semester I 2025 yang telah mencapai Rp43,47 triliun, atau 54,43 persen dari target tahunan Rp79,86 triliun. Capaian tersebut juga menyerap 29.650 tenaga kerja, dengan kontribusi terbesar berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp32,43 triliun atau 74,62 persen dari total investasi.

Salah satu proyek prioritas pemerintah adalah Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Balikpapan, yang berlokasi di Fasilitas Pengelolaan Sampah Akhir (TPAS) Manggar. Pada tahun 2023, TPAS Manggar telah mengelola rata-rata 412,62 ton sampah per hari.

“Nilai proyek diperkirakan mencapai 122,75 juta dolar AS dengan periode konsesi selama 23 tahun, termasuk tiga tahun masa konstruksi,” jelas Riawati.

Proyek WtE Balikpapan tersebut akan ditawarkan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) atau Public Private Partnership. Berdasarkan kajian awal, proyek ini diprediksi memiliki Tingkat Pengembalian Internal (IRR) sebesar 10,49 persen, dengan lokasi strategis karena berdekatan langsung dengan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

 


Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp deadlinenews.co/

Gabung

Exit mobile version