deadlinenews.co/, SAMARINDA – Program pemeliharaan jalan 2026 menjadi prioritas utama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur guna menjaga kelancaran mobilitas antarwilayah. Fokus Pemprov diarahkan pada peningkatan kualitas dan pemantapan jaringan jalan yang kini telah mencapai 83 persen.
Dilansir dari Antara Kaltim, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) Kalimantan Timur menegaskan bahwa pemeliharaan jalan 2026 menjadi agenda utama demi memastikan konektivitas antarkabupaten tetap lancar. Kepala Dinas PUPR-PERA Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, mengatakan bahwa prioritas tersebut selaras dengan kondisi infrastruktur yang harus terus dijaga agar tidak mengalami kerusakan signifikan.
Nanda menjelaskan bahwa dari total pagu anggaran sekitar Rp850 miliar, sebesar Rp600 miliar dialokasikan khusus untuk penanganan fisik jalan. Dana ini diarahkan untuk menyelesaikan konektivitas ruas strategis, seperti jalur Sotek–Bongan serta akses Kutai Timur menuju Berau yang menjadi jalur penting pergerakan logistik dan jasa di kawasan Benua Etam.
Ia menambahkan bahwa saat ini tingkat kemantapan jalan provinsi telah mencapai 83 persen. Capaian tersebut akan terus dipertahankan melalui skema pemeliharaan rutin agar aktivitas masyarakat tidak terhambat akibat kerusakan jalan. Intensitas lalu lintas logistik yang tinggi menjadi alasan utama pemerintah memperkuat fokus pada kebinamargaan.
Selain pemeliharaan jalan 2026, Dinas PUPR-PERA juga tetap mengalokasikan sebagian anggaran untuk program pengendalian banjir di sejumlah titik rawan. Namun Nanda mengakui bahwa porsinya tidak sebesar anggaran jalan karena prioritas penguatan konektivitas dinilai lebih mendesak.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menekankan bahwa pengelolaan anggaran dilakukan seefisien mungkin agar memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
“Upaya masif dalam menjaga kualitas jalan ini diharapkan mampu menopang pertumbuhan ekonomi daerah yang semakin pesat seiring kehadiran Ibu Kota Nusantara,” ujar Nanda.