deadlinenews.co/, SAMARINDA – Kampung Ketupat di Kelurahan Masjid, Kecamatan Samarinda Seberang, hadir sebagai destinasi wisata berbasis kearifan lokal yang lahir dari tradisi turun-temurun masyarakat setempat.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Ketupat, Abdul Aziz, menjelaskan penamaan kampung ini diambil dari banyaknya pengrajin ketupat yang sudah ada sejak lama.
“Mulanya dicanangkan pada 2017 melalui SK Wali Kota, dibangun 2018, lalu diresmikan 18 Januari 2019,” ujar Abdul Aziz, Selasa (12/8/2025).
Sebelum dikenal sebagai Kampung Ketupat, kawasan ini lebih familiar di kalangan warga dengan sebutan Mangkupalas, khususnya sekitar Kampung Pelabuhan 79.
Transformasi kawasan ini terwujud berkat pembangunan fasilitas oleh Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim). Kini, Kampung Ketupat menjadi destinasi wisata tematik yang memadukan unsur budaya, kuliner, dan kerajinan.
Keunikan kampung ini terletak pada identitas ketupat yang tidak sekadar menjadi hiasan, tetapi merupakan hasil karya pengrajin lokal. Mereka memanfaatkan daun nipah—bukan daun kelapa seperti kebanyakan ketupat—untuk membuat dua jenis utama, yakni ketupat Soto Banjar dan ketupat Soto Makassar.
Setiap hari, para pengrajin mampu memproduksi ratusan ketupat untuk memenuhi permintaan pasar lokal hingga pesanan dari luar daerah.
“Daun nipah diambil dari Delta Mahakam, lalu diolah agar siap dianyam,” jelas Aziz.
Tak hanya daunnya, lidi daun nipah juga diolah menjadi berbagai kerajinan bernilai ekonomis seperti piring, keranjang, hingga gantungan lampu. Inovasi ini menambah daya tarik kampung sebagai pusat kreasi berbasis bahan alami.
Aziz berharap penguatan identitas lokal terus dijaga, sehingga Kampung Ketupat dapat berkembang bukan hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai pusat pelestarian tradisi anyaman ketupat khas Samarinda.
Artikel Asli baca di rri.co.id
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya













