Kemarau Parah, Kapal Samarinda Mahulu Hanya Bisa Sandar di Long Iram

Kapal Penumpang dan Barang rute Samarinda - Long Bagun, Kabupaten Mahulu Terhenti di Long Iram, Kabupaten Kubar. (dok.RRI/MCJ)

deadlinenews.co/, UJOH BILANG – Sungai Mahakam mengalami penyusutan debit air drastis akibat kemarau berkepanjangan, membuat jalur transportasi kapal barang dan penumpang rute Samarinda–Long Bagun, Mahakam Ulu (Mahulu) lumpuh total. Kapal kini hanya mampu bersandar di Long Iram, Kutai Barat (Kubar), sebelum distribusi barang dilanjutkan dengan perahu kecil.

Dilansir dari rri.co.id, Kepala UPTD Pelabuhan Melak, Maden Sitorus, menjelaskan kondisi ini sudah berlangsung selama dua pekan terakhir. Penurunan debit air mencapai 5–6 meter dari normal, membuat kapal tak lagi bisa mencapai Mahulu.

“Kalau kapal dari Samarinda ke Melak, masih cukup normal. Cuma untuk kapal dari Samarinda menuju Long Bagun, hanya bisa sampai Long Iram saja karena kemarau ini,” kata Maden, Selasa (5/8/2025).

Dampaknya, jumlah penumpang juga turun drastis. Dari biasanya lebih dari 150 orang per keberangkatan, kini hanya sekitar 45 orang. Distribusi barang dari Samarinda pun terhambat, sehingga perlu menggunakan kapal kecil seperti long boat untuk meneruskan perjalanan dari Long Iram ke wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia.

“Contoh sekarang di Long Iram, nanti long boat dari Long Bagun akan datang menjemput barangnya untuk didistribusi ke Mahulu, karena kapal sudah tidak bisa lewat,” jelas Maden.

Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi warga dan pelaku usaha di Mahulu yang sangat bergantung pada jalur air sebagai sarana transportasi utama. Tanpa curah hujan yang cukup, diperkirakan akses kapal besar ke Mahulu akan tetap terhenti hingga debit air kembali normal.

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya