KPC Kucurkan Rp7,3 Miliar untuk Perbaiki Jalan Nasional Sangatta–Bengalon yang Rusak Parah

deadlinenews.co/, SANGATTA – Proyek perbaikan jalan Kaltim kembali dilakukan sebagai langkah memperbaiki infrastruktur vital yang terdampak aktivitas tambang batu bara. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan, perusahaan tambang wajib bertanggung jawab terhadap kondisi jalan publik, terutama di jalur nasional yang menghubungkan Sangatta dan Bengalon di Kabupaten Kutai Timur.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kaltim, Bambang Arwanto, menyampaikan bahwa pemerintah provinsi terus memantau kepatuhan perusahaan tambang terhadap kewajiban sosial mereka.

“Pemerintah provinsi terus memastikan bahwa setiap perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah Kalimantan Timur wajib memenuhi tanggung jawabnya terhadap perbaikan infrastruktur publik yang terdampak oleh aktivitas mereka,” kata Bambang Arwanto di Samarinda, Sabtu (4/10), dilansir dari Antara Kaltim.

Fokus utama perbaikan difokuskan pada jalur Sangatta–Simpang Perdau Station (STA 23+050) yang mengalami kerusakan dan longsor. Pekerjaan tersebut merupakan kolaborasi antara Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim dengan perusahaan tambang batu bara PT Kaltim Prima Coal (KPC).

Perusahaan menyalurkan dana sebesar Rp7,3 miliar untuk memastikan jalan kembali berfungsi dengan aman dan lancar bagi masyarakat. Pengerjaan perbaikan permanen telah dimulai sejak Oktober 2025 dan dilakukan secara bertahap.

Meski perbaikan tengah berlangsung, akses masyarakat tetap terjaga karena pihak perusahaan telah melakukan pengerasan semi permanen di titik-titik kerusakan agar lalu lintas tetap bisa dilalui.

Tak hanya memperbaiki titik longsor, KPC juga menyiapkan pembangunan jalan baru sepanjang 11,7 kilometer. Jalur tersebut dirancang untuk menggantikan sebagian ruas jalan nasional yang selama ini digunakan untuk operasional tambang.

Komitmen perbaikan ini muncul setelah adanya desakan langsung dari Pemerintah Provinsi Kaltim. Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, bersama Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi, meninjau lokasi longsor di kawasan Crossing 4 Sangatta–Bengalon pada September lalu.

Dalam kunjungan itu, Rudy menyoroti kerusakan jalan yang cukup parah dan berdampak pada aktivitas sosial ekonomi warga.

“Bapak tahu dampak sosialnya kalau sampai jalan ini putus?” ucap Gubernur Rudy kepada manajemen PT KPC saat peninjauan.

Ia menegaskan, ruas jalan nasional tersebut merupakan satu-satunya akses utama yang menghubungkan wilayah Sangatta dan Bengalon, sehingga keberadaannya sangat vital bagi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di Kutai Timur.

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya