deadlinenews.co/, UJOH BILANG – Ancaman ketiadaan kuota haji Mahakam Ulu dalam jangka waktu hingga satu dekade menjadi perhatian serius masyarakat setempat. Kebijakan baru pemerintah pusat membuat daerah dengan jumlah pendaftar terbatas, seperti Mahakam Ulu, berpotensi tidak memperoleh alokasi pemberangkatan jamaah haji dalam waktu lama.
Dilansir dari RRI, kebijakan tersebut berasal dari Kementerian Haji yang memprioritaskan pemberangkatan jamaah berdasarkan data pendaftaran haji sejak tahun 2012. Skema ini secara otomatis mengutamakan wilayah dengan antrean panjang dan jumlah calon jamaah yang besar, sehingga kuota haji Mahakam Ulu berada di posisi kurang menguntungkan.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mahakam Ulu, Longginus, menjelaskan bahwa perubahan sistem nasional berdampak langsung pada daerah-daerah baru dan terpencil. Menurutnya, kuota haji Mahakam Ulu tidak lagi dihitung berdasarkan pemerataan wilayah, melainkan murni antrean nasional.
Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya Mahakam Ulu sempat beberapa kali memberangkatkan jamaah haji dalam kelompok terbang (kloter). Namun, kebijakan terbaru mengubah mekanisme tersebut sehingga daerah dengan daftar tunggu lama menjadi prioritas utama dalam penentuan kuota.
Mulai tahun 2026, pemberangkatan jamaah haji asal Mahakam Ulu dipastikan akan dihentikan sementara. Penghentian ini dilakukan sampai ada kebijakan baru dari pemerintah pusat yang mengatur ulang sistem kuota haji nasional dan memberikan ruang bagi daerah dengan jumlah pendaftar sedikit.
“Walaupun pemberangkatan dihentikan sementara, pendaftaran haji tetap kami buka sesuai dengan minat masyarakat. Pendaftaran tetap penting sebagai bagian dari pendataan dan hak calon jamaah haji di masa mendatang,” ujarnya, Selasa (6/1/2026).
Meski demikian, Kemenag Mahakam Ulu menegaskan bahwa layanan pendaftaran haji Mahakam Ulu tetap dibuka untuk masyarakat. Langkah ini dinilai penting agar hak calon jamaah tetap tercatat secara resmi dalam sistem nasional, sekaligus sebagai dasar evaluasi kebijakan di masa mendatang terkait kuota haji Mahakam Ulu.
Selain membuka pendaftaran, Kemenag Mahakam Ulu juga aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Edukasi tersebut bertujuan agar warga memahami kondisi riil sistem antrean haji nasional dan tidak terjadi kesalahpahaman terkait ketiadaan kuota haji Mahakam Ulu dalam beberapa tahun ke depan.
Pemerintah daerah berharap adanya perhatian khusus dari pemerintah pusat. Evaluasi menyeluruh dinilai perlu agar sistem kuota haji Mahakam Ulu dan daerah perbatasan lainnya bisa lebih berkeadilan, tanpa mengabaikan prinsip antrean nasional yang telah ditetapkan.
Ke depan, Kemenag Mahakam Ulu optimistis bahwa kebijakan afirmatif dapat diterapkan. Dengan begitu, masyarakat di wilayah perbatasan dan terpencil tetap memiliki kesempatan yang proporsional untuk menunaikan ibadah haji, meskipun kuota haji Mahakam Ulu saat ini masih menghadapi tantangan besar.
