Kutai Timur Garap Investasi Kakao Berkelanjutan, Produksi Capai 1.400 Ton per Tahun

Kutai Timur kakao, investasi kakao Kaltim, pengembangan kakao Kutai Timur, industri kakao berkelanjutan, produksi kakao Kaltim
Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman. ANTARA/M Hafif Nikolas.

deadlinenews.co/, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tengah menggarap peluang investasi berkelanjutan di sektor kakao, seiring potensinya menjadi pusat pengembangan kakao di Kalimantan Timur.

“Kakao bukan sekadar komoditas. Itu adalah peluang investasi berkelanjutan,” ujar Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman di Sangatta, Selasa (9/9/2025).

Dilansir dari Antara Kaltim, Ardiansyah menegaskan, potensi kakao sudah masuk daftar investasi unggulan yang ditawarkan kepada calon investor, baik domestik maupun internasional. Pemerintah daerah, katanya, akan memprioritaskan model industri berbasis padat karya ketimbang padat modal.

“Fokus kami adalah mendorong industri pengolahan yang berbasis padat karya, agar manfaat ekonominya bisa dirasakan langsung oleh para petani dan masyarakat lokal,” jelasnya.

Saat ini, produksi biji kakao dari sentra perkebunan di Karangan, Kaubun, hingga Busang mencapai sekitar 1.400 ton per tahun. Salah satu kawasan dengan potensi besar adalah Desa Pengadan Baru, Kecamatan Kaubun.

Kepala Desa Pengadan Baru, Rahman, menyebut kelompok tani di wilayahnya mengelola lahan kakao seluas 560 hektare. Dari total tersebut, 200 hektare sudah melalui pembersihan lahan dan sekitar 170 hektare telah ditanami bibit kakao.

Namun, para petani menghadapi sejumlah kendala, mulai dari keterbatasan bibit hingga minimnya peralatan pengolahan.

“Terkait mengenai investor, sebenarnya peralatan itu yang kami tunggu-tunggu dan harapkan,” kata Rahman.

Menurutnya, keterlibatan investor dapat membantu mengatasi keterbatasan permodalan yang selama ini menjadi hambatan. Pasalnya, dukungan dari APBDes untuk pengembangan kakao masih sangat terbatas.

“Harapan kami ke depan adalah adanya pendampingan, baik di lapangan, pengembangan SDM, maupun permodalan. Dengan begitu, nilai tambah dari kakao bisa benar-benar meningkatkan ekonomi petani,” ujarnya.

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya

Exit mobile version