‎Makin Diminati, Kopi Luwak Prangat Baru Hadir dengan Jenama dan Kemasan Baru

deadlinenews.co/, TENGGARONG – Bagi para penikmat kopi yang pernah mencicipi, cita rasa kopi luwak asal Desa Prangat Baru sudah tak diragukan lagi. Hingga kini, pemasaran kopi jenis Liberika ini terus merambah ke berbagai daerah di Indonesia hingga diminati pelanggan dari luar negeri.

‎‎”Alhamdulillah, kopi luwak kami semakin berkembang dan semakin banyak peminatnya,” ucap Kades Prangat Baru Kecamatan Marang Kayu, Fitriati kepada deadlinenews.co/, Rabu 10 September 2025.

‎Semakin dikenal publik, tentu saja permintaan terhadap produk kopi ini juga semakin tinggi. Untuk memenuhi permintaan regional Kaltim saja, petani kopi masih kewalahan. Sementara, pelanggan yang datang untuk minum kopi secara langsung di kampung Kopi Luwak juga semakin banyak.

‎”Pejabat daerah banyak yang singgah minum kopi. Kalau wisatawan asing yang rutin berkunjung minum kopi, dari Italia, Spanyol, Jepang dan Thailand,” jelasnya.

‎Hotel berbintang di Samarinda seperti Hotel Mercure dan Ibis siap menerima Kopi Luwak Prangat dan menyodorkan kerja sama. Namun, pihak desa belum sanggup memenuhi volume permintaan.

Menurutnya, kendala produksi kopi luwak asli dari kotoran musang liar ini hanya sekitar 2 kilogram per harinya. Ada dua varian kopi yang ditawarkan, kopi luwak asli dan fermentasi. ‎”Kita hanya mengandalkan dari musang liar yang masuk ke areal kampung kopi. Untuk musang peliharaan yang ada hanya 2 ekor, itu pun hanya untuk edukasi pengunjung kampung kopi,” jelasnya.

‎Kata Fitriati, dari pengalaman kelompok tani kopi merawat musang, ternyata gampang-gampang susah. Binatang tersebut tidak bisa sembarangan makan buah kopi. Sebab,  kopi bukan makanan satu-satunya kesukaan hewan liar tersebut. Musang harus diberikan makanan bervariasi. Terkadang, si  musang tidak mau makan sama sekali buah kopi.

‎”Hari ini makan kopi, besoknya makan buah-buahan, dan lusanya makan bubur kepala ayam serta tambah susu. Belum lagi kalau mau diberi makan, harus diajak komunikasi ngobrol atau dielus, jadi musang semangat makan,” terangnya.

‎Fitriati optimistis produk kopi khas Prangat Baru semakin banyak peminatnya. Lahan kopi sudah semakin luas mencapai 35 hektare. Tidak semuanya ditanam kopi jenis Liberika. Kini, kopi luwak hadir dengan kemasan baru dengan jenama Kopi Luwak Prangat Baru (Kapak Prabu). ‎”Kemasan baru tersebut akan kita evaluasi, apakah mampu memperkuat brand kopi kami,” sebutnya.

‎Varian kopi asli luwak paling banyak peminatnya dibandingkan fermentasi. Beberapa tokoh daerah seperti mantan Bupati Kukar Edi Damansyah senang dengan kopi luwak. Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wagub Kaltim Seno Aji juga senang luwak asli. Sedangkan wabup Rendi Solihin menyukai varian fermentasi honey. ‎”Kopi luwak asli bagi penikmat kopi menjadi terapi penderita maag,” tutupnya.(Andri)

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya