Menengok Gedung Kampus Unikarta II yang Telantar 19 Tahun, Masihkah Ada Harapan untuk Difungsikan?

deadlinenews.co/, TENGGARONG – Pepohonan pisang kini merimbun. Menutup semua akses masuk. Pintu gerbang yang dulu memampang nama besar kampus kebanggaan warga Kota Raja, Tenggarong itu sudah tak ada lagi. Tertutup oleh rerimbunan pisang dan semak belukar di sana-sini.

Pada Rabu 7 Januari 2026, media ini melihat secara langsung kondisi gedung kampus II Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) di Kecamatan Tenggarong Seberang. Gedung kampus itu sudah mangkrak selama 19 tahun. Kondisinya kian memprihatinkan.

Menuju bangunan tersebut, jalan masuk dari KM 3 Desa Perjiwa, melewati jalan poros jalur dua Tenggarong Seberang-Samarinda. Berpatokan ratusan pohon pisang, hanya berjarak 500 meter dari jalan poros. Segera terlihat satu dari lima bangunan yang berdiri membisu. Gedung-gedung yang telantar melawan waktu.

Saat media ini semakin mendekat ke gedung, tiba-tiba terdengar suara keras dari balik semak. Seekor biawak berukuran sepanjang 1,5 meter bergegas lari menjauh. Di kanan-kiri jalan menuju gedung kampus, semak belukar tumbuh begitu lebat.

Di sepanjang 15 meter jalan masuk menuju gedung utama, limbah bulu ayam berserakan. Bangkai ayam membusuk dikerubuti lalat. Pantas saja biawak berkeliaran. Bangkai ayam tentu makanan favorit bagi hewan melata tersebut.

Dari dekat, tampak dua bangunan utuh yang sangat disayangkan, tidak pernah difungsikan. Sejak 2007, dua bangunan ini rampung dibangunan. Kala itu, konsep yang dibawa Bupati Syaukani HR saat menjabat adalah menjadi Unikarta sebagai sentra pendidikan tinggi di Kukar dan Kaltim.

Dengan adanya kampus di Tenggarong Seberang, Syaukani ingin denyut perekonomian masyarakat di wilayah sekitar kampus hidup. Akan tumbuh usaha-usaha masyarakat sebagai efek dari kehadiran Unikarta. Seperti kos-kosan, warung makan, dan laundry hingga jenis usaha lainnya.

pemkab Kukar menghabiskan dana sebesar Rp 112 miliar Membangun gedung Unikarta II. Saat ingin dikembangkan oleh Pemkab Kukar, niat itu terkendala regulasi yang melarang Pemda memberikan hibah terhadap lembaga pendidikan yang dikelola yayasan swasta. Itulah muasal gedung Unikarta di Tenggarong Seberang tak kunjung difungsikan

Bupati Aulia Cari Solusi Pengembangan Unikarta

Saat bincang-bincang bersama media Kukar, jelang akhir tahun 2025, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menaruh harapan besar soal pengembangan Unikarta. Dengan melibatkan berbagai  perusahaan,  dia ingin Unikarta menjadi kampus Unggul di Kalimantan.

“Ada perusahaan yang ingin mengembangkan Unikarta, ini tinggal dikolaborasikan saja antara perusahaan dan Yayasan Kutai Kartanegara(YKK) selaku pengelola Unikarta,” jelasnya.

Pengembangan Unikarta di Tenggarong Seberang, menurut Bupati Aulia, sudah sangat tepat. Lahan sudah tersedia seluas 30 hektare serta bangunan sudah ada berdiri di sana. “Ini kita lagi berupaya berkonsultasi dengan berbagai pihak dari sisi regulasi agar bisa proses hibah ke YKK,” jelasnya.

Menurut Aulia, jika mengandalkan gedung kampus yang ada di Jalan Gunung Kombeng Tenggarong, Unikarta akan sulit berkembang. Mengingat lahan kampus tidak luas. Hanya 2 hektare lebih. “Pengembangan Unikarta dalam artan akan dibuka fakultas atau program jurusan baru yang sesuai dengan kebutuhan kerja era sekarang, dan selaras dengan pembangunan daerah,” tegasnya.

Rektor Unikarta Prof Ince Raden bertutur, sejak zaman pejabat Rektor terdahulu, mulai Dr Sabran dan Erwinsyah,  sudah sering didiskusikan terkait penyerahan aset Pemkab ke Yayasan Kutai Kartanegara. Namun, tak kunjung terealisasi hibah aset tersebut.

“YKK sebagai lembaga resmi terdaftar di Kementerian Dikti sangat layak terima lahan kampus di Desa Perjiwa tersebut,” ucap Prof Ince.

Ince yang menjabat Rektor Unikarta untuk kedua kalinya mengatakan  keberadaan kampus unggul sangat penting guna mencetak Sumber Daya Manusia (SDM). Unikarta harus tumbuh dan berkembang demi persaingan. “Kukar sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusatara(IKN) Kaltim mendorong Unikarta harus menyiapkan sumber daya yang punya kompetensi dan daya saing,” jelasnya.(Andri)

 


Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp deadlinenews.co/

Gabung

Exit mobile version