deadlinenews.co/, SANGATTA – Operasi Zebra Mahakam 2025, Polres Kutim, pelanggaran lalu lintas, pengendara roda dua, dan helm SNI menjadi sorotan utama dalam penertiban yang berlangsung di Kabupaten Kutai Timur. Selama hampir dua pekan pelaksanaan Operasi Zebra Mahakam 2025, kepolisian mencatat ratusan pelanggaran yang didominasi oleh pengguna motor.
Dilansir dari Antara Kaltim, Polres Kutim menindak 301 pengendara selama Operasi Zebra Mahakam 2025 yang digelar pada 17–30 November 2025. Dari jumlah tersebut, 189 pelanggar dikenai sanksi tilang, sementara 112 lainnya menerima teguran tertulis sebagai bagian dari penindakan dalam Operasi Zebra Mahakam 2025.
Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto, menjelaskan bahwa Operasi Zebra Mahakam 2025 mengedepankan pendekatan preemtif, preventif, dan edukatif, disertai penegakan hukum yang tetap mempertimbangkan aspek kemanusiaan. Ia menyebutkan pelanggaran lalu lintas dalam Operasi Zebra Mahakam 2025 masih didominasi kendaraan roda dua.
Berdasarkan temuan di lapangan, terdapat 274 pelanggaran pengendara roda dua, sementara pelanggaran roda empat hanya 27 kasus sepanjang Operasi Zebra Mahakam 2025 berlangsung. “Jenis pelanggaran paling banyak yaitu pengendara tidak menggunakan helm sebagai pelindung kepala,” ujarnya.
Sebagai langkah edukatif, Polres Kutim juga membagikan helm berstandar SNI kepada masyarakat selama Operasi Zebra Mahakam 2025. Upaya ini diharapkan dapat menekan angka pelanggaran dan meningkatkan kesadaran keselamatan berkendara.
Selain itu, dalam Operasi Zebra Mahakam 2025, petugas juga menindak 25 kendaraan dengan knalpot brong serta 16 motor lainnya yang dianggap tidak sesuai spesifikasi.
Kasatlantas Polres Kutim, AKP Rezky Nur Harismeihendra, turut melaporkan adanya satu kasus kecelakaan selama Operasi Zebra Mahakam 2025. Kecelakaan tunggal itu terjadi di Jalan Yos Sudarso dan menyebabkan satu korban luka berat.
Rezky menambahkan, tren kecelakaan lalu lintas di Kutai Timur tahun ini menurun. Menurutnya, hal itu merupakan hasil dari kampanye keselamatan yang terus digencarkan bersamaan dengan Operasi Zebra Mahakam 2025.