Optimalkan Sentra Tenun, Berau Incar Peluang Ekonomi Kreatif

Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto. (Foto: Riska)

DEADLINENEWS.CO, TANJUNG REDEB – Pengembangan kain tenun bermotif khas Berau mulai diarahkan sebagai penggerak baru ekonomi kreatif di Bumi Batiwakkal. Tidak hanya sebagai produk budaya, tenun lokal kini dipandang memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar yang lebih luas sekaligus memperkuat identitas daerah.

Saat ini, Kabupaten Berau memiliki dua sentra tenun yang menjadi pusat produksi, yakni di Kampung Tumbit Melayu dan Kampung Sukan Tengah.

Ketua DPRD Berau Dedy Okto Nooryanto menilai kehadiran sentra tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang didorong hingga tingkat nasional. Ia mengingatkan agar fasilitas yang telah dibangun tidak dibiarkan berjalan tanpa pengelolaan dan penguatan yang memadai.

“Fasilitas yang sudah ada ini perlu ditindaklanjuti dengan dukungan nyata agar benar-benar bisa dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya.

Dirinya melihat sentra tenun tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi perajin, tetapi juga berpotensi menjadi daya tarik wisata berbasis budaya. Dengan pengelolaan yang tepat, sentra tenun dapat berkembang menjadi destinasi yang menawarkan pengalaman langsung kepada wisatawan.

Untuk itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi hal yang tidak kalah penting. Ia mendorong dinas terkait agar aktif memberikan pelatihan dan pendampingan kepada para perajin, sehingga kualitas produk tenun Berau mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Selain peningkatan kualitas, strategi pemasaran juga dinilai perlu diperkuat. Promosi yang konsisten diharapkan dapat memperkenalkan tenun khas Berau hingga ke tingkat nasional bahkan internasional.

“Kami berharap ada keseriusan dari pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor ini, baik dari sisi pembinaan maupun pemasaran, sehingga tenun Berau bisa benar-benar menjadi produk unggulan,” tandasnya. (Adv68)