deadlinenews.co/ – Paetongtarn Shinawatra resmi dilantik sebagai Perdana Menteri Thailand pada hari Minggu, 18 Agustus 2024 dilansir Liputan6. Pelantikan ini dilakukan setelah dia menerima surat dukungan dari Raja Maha Vajiralongkorn, menandai babak baru dalam politik Thailand. Penunjukan ini datang hanya dua hari setelah Paetongtarn terpilih oleh parlemen, mengikuti perintah pengadilan yang menyingkirkan pendahulunya, Srettha Thavisin.
Paetongtarn adalah generasi ketiga dari keluarga Shinawatra yang memegang jabatan perdana menteri Thailand. Ayahnya, Thaksin Shinawatra, seorang miliarder yang sebelumnya memimpin negara sebelum digulingkan oleh kudeta militer pada tahun 2006.
Bibinya, Yingluck Shinawatra, juga mengalami nasib serupa dan terpaksa mengasingkan diri. Kedua tokoh tersebut merupakan figur sentral dalam politik Thailand selama bertahun-tahun, dan kini Paetongtarn melanjutkan jejak mereka di kursi kepemimpinan.
Pelantikan Paetongtarn berlangsung di kantor pusat Partai Pheu Thai di Bangkok, dalam sebuah upacara yang dihadiri oleh anggota senior partai-partai koalisi dan, tentu saja, ayahnya.
Meskipun Thaksin tidak memiliki peran formal dalam pemerintahan saat ini, dia tetap dianggap sebagai pemimpin de facto Pheu Thai. Ayah dan anak perempuan itu berpegangan tangan dengan penuh kebanggaan saat memasuki ruangan, mengenakan seragam pegawai negeri sipil putih yang melambangkan kehormatan dan keseriusan upacara tersebut.
Dalam pidato pelantikannya, Paetongtarn mengungkapkan rasa terima kasih kepada Raja Maha Vajiralongkorn, rakyat Thailand, serta anggota parlemen. “Saya akan melaksanakan tugas saya dengan pikiran terbuka dan membuat setiap inci Thailand menjadi ruang yang memungkinkan rakyat Thailand berani bermimpi, berani berkreasi, dan berani menentukan masa depan mereka sendiri,” ungkap Paetongtarn dengan semangat.
Paetongtarn mengambil alih kursi perdana menteri setelah Mahkamah Konstitusi Thailand memberhentikan Srettha Thavisin dari jabatannya. Srettha dinyatakan bersalah atas pelanggaran etika serius, termasuk menunjuk seorang menteri kabinet yang telah dipenjara karena penghinaan terhadap pengadilan. Keputusan pengadilan ini memicu perubahan cepat di puncak pemerintahan Thailand, membuka jalan bagi Paetongtarn untuk naik ke tampuk kekuasaan.
Di usia 37 tahun, Paetongtarn menjadi perdana menteri termuda dalam sejarah Thailand. Dia juga merupakan perdana menteri wanita kedua setelah bibinya. Setelah upacara pelantikan, Paetongtarn menyampaikan tekadnya untuk mendorong kebijakan-kebijakan utama, termasuk stimulus ekonomi, peningkatan layanan kesehatan universal, serta mempromosikan “kekuatan lunak” budaya Thailand di panggung global.
“Meski saya akan meminta nasihat dari ayah saya, saya akan membuat keputusan saya sendiri,” kata Paetongtarn dengan yakin. “Saya adalah diri saya sendiri dan memiliki tujuan serta hal-hal yang harus saya capai di masa depan, tetapi tentu saja, semua komentar darinya memiliki nilai bagi saya.”
Pheu Thai, partai yang kini dipimpin Paetongtarn, adalah salah satu dari serangkaian partai populis yang terkait dengan keluarga Shinawatra. Partai ini memegang kursi terbanyak dalam setiap pemilihan nasional sejak tahun 2001 hingga 2023, ketika mereka kalah dari Partai Move Forward yang lebih progresif. Pheu Thai akhirnya mampu membentuk pemerintahan setelah Move Forward diblokir oleh senat yang ditunjuk oleh militer, berkoalisi dengan mantan pesaing dalam apa yang dianggap sebagai tawar-menawar politik untuk menghindari dominasi Move Forward.
Di tengah perubahan politik ini, Thaksin Shinawatra, ayah Paetongtarn, menerima amnesti kerajaan pada 17 Agustus 2024, yang mengurangi masa tahanannya secara signifikan. Thaksin sebelumnya divonis delapan tahun penjara atas tuduhan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan, namun mendapat keringanan hukuman menjadi satu tahun penjara dan dinyatakan bebas bersyarat pada Februari lalu. Amnesti tersebut memungkinkan Thaksin untuk bebas lebih cepat dari jadwal semula, meskipun dia masih menghadapi kasus pencemaran nama baik kerajaan yang belum selesai.
Pasca-pembebasan bersyarat, Thaksin terus menarik perhatian publik dengan tampil di depan umum dan berkeliling negara, menunjukkan bahwa dia tetap menjadi figur penting dalam politik Thailand meskipun berada di luar penjara.
Artikel Asli baca di Liputan6.com
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim
